PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 11.08 WIB, kemarin. 

Akibat kebakaran tersebut, lahan seluas 1 hektar hangus beserta 100 pohon sawit, berikut tanaman lainnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kobar Reneli mengatakan, informasi kebakaran pertama kali diterima oleh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kubu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menyiapkan peralatan pemadam dan menuju lokasi kebakaran.

“Personel TRC BPBD Kobar menerima informasi dari MPA Desa Kubu bahwa telah terjadi karhutla di wilayah tersebut. Setelah menerima laporan, tim segera mempersiapkan peralatan pemadaman untuk melakukan penanganan di lokasi,” ujar Reneli, kepada Borneonews, Sabtu, 7 Maret 2026.

Saat tiba di lokasi, tim mendapati kondisi api sudah cukup besar disertai kepulan asap tebal. Kobaran api diketahui melahap kebun dan tanaman milik warga, termasuk beberapa pohon kelapa sawit yang berada di lahan tersebut.

Tim TRC kemudian langsung melakukan penanganan dengan menggelar peralatan pemadam, untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap untuk mencegah api kembali menyala di area gambut yang mudah terbakar.

Dalam proses penanganan, tim sempat terbantu oleh turunnya hujan gerimis di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut dimanfaatkan petugas untuk beristirahat sejenak sekaligus mengisi kembali air ke tangki suplai yang diambil dari sumber air di parit sekitar lokasi.

Namun hujan yang turun hanya berlangsung sebentar sehingga beberapa titik api masih terlihat menyala. Untuk memastikan api benar-benar padam, tim kembali melanjutkan pemadaman dengan menggelar enam roll selang guna menjangkau titik api yang berada lebih jauh di area lahan.

“Setelah hujan reda, tim kembali melanjutkan pemadaman karena masih ada titik api yang menyala. Selang tambahan digelar untuk menjangkau area yang masih terbakar,” jelasnya.

Setelah beberapa waktu melakukan penyemprotan dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. 

Tim kemudian memastikan kondisi lokasi benar-benar aman sebelum kembali ke Posko Komando BPBD Kobar.

Lahan yang terbakar merupakan jenis gambut dengan material yang mudah terbakar seperti pohon sawit, tanaman kebun milik warga, serta tumpukan kayu kering bekas tebasan dan semak belukar.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Sementara kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan dalam keadaan panas berawan yang berpotensi memicu cepatnya penyebaran api di lahan gambut.

BPBD Kobar mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. 

Langkah pencegahan, diharapkan dapat meminimalkan kejadian karhutla yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat. (DANANG/y)