BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Toko kue legendaris di Pangkalan Bun, Intan Cake & Bakery di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, mencatat peningkatan penjualan selama Ramadan 1447 H/2026. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.
Pemilik Intan Cake & Bakery, Hj. Lailawaty mengatakan, peningkatan penjualan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh penambahan berbagai menu baru yang disajikan kepada pelanggan.
“Ramadan tahun ini ada peningkatan sekitar 15 persen. Sepertinya karena kami menambah menu baru. Sebelumnya hanya kue pasar dan kue lebaran, sekarang juga ada lauk pauk untuk menu buka puasa,” ujarnya, saat dibincangi pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dengan adanya tambahan menu makanan untuk berbuka puasa, pelanggan memiliki lebih banyak pilihan ketika datang ke toko. Hal tersebut membuat pengunjung semakin tertarik untuk membeli berbagai jenis hidangan.
Meski demikian, beberapa harga produk juga mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, sejumlah bahan baku mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen.
“Kami menyesuaikan harga dengan bahan baku. Misalnya kue kering yang dulu Rp 80 ribu sekarang menjadi Rp 90 ribu. Namun tidak semua, seperti kue basah atau wadai, masih diharga 3 ribuan,” jelasnya.
Untuk permintaan kue kering Lebaran sendiri, Lailawaty menyebut tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena sebagian besar pembeli sudah menjadi pelanggan tetap yang setiap tahun melakukan pemesanan.
Bahkan sejak awal Ramadan, pesanan kue kering sudah disiapkan untuk sejumlah toko yang berada di beberapa wilayah sekitar.
“Biasanya untuk toko-toko yang sudah berlangganan, kami siapkan sejak awal Ramadan, seperti di Kotawaringin Lama, Pangkalan Lada, Sungai Rangit, hingga Sukamara,” katanya.
Sementara itu, produk yang dipajang di toko diperuntukkan bagi pembeli yang datang langsung ke lokasi.
Di Intan Cake & Bakery sendiri tersedia berbagai varian produk. Untuk kue basah terdapat sekitar 60 varian, sedangkan kue kering mencapai sekitar 70 varian.
Beberapa produk yang menjadi best seller di antaranya, nastar serta kue kering varian mix yang banyak diminati pelanggan menjelang Lebaran.
Harga kue basah dijual mulai 3 ribu rupiah, sementara kue kering berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp135 ribu per toples.
Selain itu, Intan Cake & Bakery juga menerima pemesanan parcel atau hampers Lebaran dengan berbagai pilihan paket. Harga parcel yang ditawarkan mulai dari Rp70 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung isi dan variannya.
Lailawaty menyebut, pada hari biasa omzet penjualan berada di kisaran jutaan rupiah per hari. Namun selama Ramadan, omzet tersebut bisa meningkat hingga mencapai belasan juta rupiah per hari.
Ia menilai, kondisi ekonomi yang kerap disebut tidak menentu saat ini, tidak terlalu berdampak terhadap daya beli masyarakat di Pangkalan Bun.
“Alhamdulillah penjualan masih stabil. Mungkin karena toko ini sudah lama berdiri sejak 1999 dan sudah dikenal masyarakat,” tuturnya.
Pantauan Borneonews di lokasi pada sekitar pukul 15.00 WIB, toko tersebut tampak ramai didatangi pembeli yang mencari takjil dan menu berbuka puasa. Bahkan beberapa jenis jajanan serta menu lauk pauk terlihat sudah habis terjual.
Salah satu pelanggan setia, Nur Laila, mengaku sudah puluhan tahun menjadi pelanggan Intan Bakery. Ia menilai kualitas rasa kue yang dijual tetap terjaga sejak dulu.
“Kalau soal rasa sudah tidak diragukan lagi. Enak dan cocok di semua lidah,” ungkapnya.
Ia juga menilai pelayanan di toko tersebut ramah, serta tempatnya bersih dan nyaman sehingga membuat pelanggan betah berbelanja.
“Saya hampir suka semua menu di sini. Sangat cocok dan sangat direkomendasikan,” tandasnya. (DANANG/Y)









