BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah pemudik dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memilih membawa sepeda motor saat mudik Lebaran menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa. Cara ini dinilai lebih hemat sekaligus memudahkan perjalanan setelah tiba di daerah tujuan.
Pemandangan tersebut terlihat saat KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu, 7 Me 2026.
Salah satu penumpang, Yuda, warga Jalan Samekto Sampit yang bekerja sebagai sopir, mengaku hampir setiap tahun pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.
Ia mengatakan sejak dua tahun terakhir memilih membawa sepeda motor saat mudik karena dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan jasa travel.
"Setiap tahun mudik karena orang tua ada di kampung halaman. Saya pilih bawa motor karena lebih irit. Dari Surabaya sampai Solo kira-kira habis sekitar Rp350 ribu untuk BBM. Kalau naik travel biayanya jauh lebih mahal," ujarnya.
Setelah tiba di Surabaya, Yuda mengaku tidak langsung menuju Solo. Ia berencana melakukan perjalanan santai sambil singgah di beberapa daerah di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura).
"Rencananya lewat jalur Pantura, mau mampir di Lamongan dan Rembang dulu, baru lanjut ke Solo. Sekalian jalan-jalan dan singgah ke rumah teman," katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak berani melakukan perjalanan malam hari sehingga memilih berhenti di beberapa titik untuk beristirahat.
Yuda juga sengaja memilih kapal tujuan Surabaya dibandingkan Semarang karena waktu pelayaran dinilai lebih singkat.
"Tahun lalu juga lewat Surabaya, sempat singgah di Kediri. Kalau lewat Semarang waktunya lebih lama di kapal. Saya lebih pilih lama di perjalanan darat daripada lama di laut," tambahnya.
Pemudik lainnya, Jatmiko, warga Kecamatan Tualan Hulu, juga membawa sepeda motor dalam perjalanan mudiknya menuju Kediri, Jawa Timur. Pria yang sudah sekitar lima tahun tinggal di Kotawaringin Timur itu mengaku baru pertama kali membawa sepeda motor saat mudik dari Sampit.
"Selama lima tahun di Kotim, saya sudah mudik tiga sampai empat kali. Tapi baru tahun ini membawa sepeda motor," katanya.
Ia sengaja membawa kendaraan dari Sampit karena di kampung halamannya tidak memiliki kendaraan pribadi yang bisa digunakan selama libur Lebaran.
"Di rumah tidak ada kendaraan, jadi sekalian bawa dari Sampit supaya bisa dipakai jalan-jalan di Kediri. Dari Surabaya ke Kediri sekitar 110 kilometer, mungkin sekitar dua jam perjalanan," tandasnya.
Diketahui KM Kirana III merupakan kapal jenis roll-on roll-off (roro) yang dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Dalam pelayaran tersebut, kapa membawa 592 penumpang dan 25 kendaraan campuran, baik mobil maupun sepeda motor. (DEWI PATMALASARI/H)









