BORNEONEWS, Sampit – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Sampit akan terjadi pada 15 Maret 2026. Pada tanggal tersebut terdapat dua jadwal keberangkatan kapal PT DLU menuju Pulau Jawa dengan jumlah penumpang yang diprediksi membludak.
"Puncaknya kami di tanggal 15 Maret sudah full. Sisa di tanggal 18 Maret ke Semarang dan tanggal 19 Maret ke Surabaya. Tapi Dispensasi masih menunggu, jadi masih ada kemungkinan membuka slot lagi Insya Allah," kata Manajer PT DLU Cabang Sampit Kacung Muhadi, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pada 15 Maret akan diberangkatkan KM Kirana III dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 12.00 WIB serta KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang pada pukul 14.00 WIB.
Meski tiket pada tanggal tersebut sudah penuh, masih tersedia keberangkatan berikutnya untuk rute Semarang pada 18 Maret dan rute Surabaya pada 19 Maret 2026. Namun, pihak DLU masih menunggu kemungkinan tambahan kuota penumpang dari pemerintah melalui kebijakan dispensasi.
"Saat ini kami masih menunggu dispensasi dari pemerintah pusat. Jika sudah keluar, kemungkinan akan ada tambahan kuota dan tiket kembali dibuka melalui sistem penjualan," tambahnya.
DLU memperkirakan keputusan terkait dispensasi penambahan jumlah penumpang baru akan diterima sekitar 15 Maret 2026. Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah tambahan kuota yang akan diberikan.
Diketahui, memasuki pekan ketiga Ramadan, aktivitas mudik melalui Pelabuhan Sampit mulai meningkat. DLU tercatat telah memberangkatkan tiga kapal menuju Pulau Jawa.
Pada 26 Februari 2026, KM Dharma Rucitra VI berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya dengan membawa 315 penumpang.
Kemudian pada 6 Maret 2026, kapal yang sama kembali berlayar menuju Semarang dengan mengangkut 349 penumpang serta 15 kendaraan campuran.
Selanjutnya pada 7 Maret 2026, KM Kirana III diberangkatkan menuju Surabaya dengan membawa 592 penumpang.
Untuk menjaga kelancaran proses keberangkatan, pihak pelabuhan menerapkan sistem buka-tutup saat proses embarkasi penumpang dari terminal menuju kapal. Sistem ini dilakukan guna menghindari penumpukan penumpang dan memastikan proses berjalan tertib.
Selain itu, PT DLU juga terus mengantisipasi potensi gangguan cuaca selama masa angkutan mudik. Pihak perusahaan secara rutin berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca pelayaran.
"Jika terjadi cuaca buruk, kami akan berkoordinasi dengan regulator, dalam hal ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit," ujarnya.
Dalam melayani arus mudik Lebaran tahun ini, PT DLU Cabang Sampit mengoperasikan dua armada utama, yakni KM Kirana III untuk rute Sampit-Surabaya dan KM Dharma Rucitra VI untuk rute Sampit-Semarang. (DEWI PATMALASARI/H)









