SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah menyalurkan 250 paket bantuan bagi para guru ngaji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui program “Senyum Guru Ngaji” pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.

"Kegiatan senyum guru ngaji penyaluran 250 paket untuk guru mengaji jadi kita tersebar penerimaannya ada guru ngaji keliling atau guru ngaji Kampung guru ngaji TPA dan guru ngaji plosok di seluruh Kotawaringin Timur," kata Ketua Pengurus Provinsi ODOJ Kalteng Sri Rejeki Syachwani, Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membimbing masyarakat belajar membaca Alquran.

Bantuan ini diberikan kepada para pengajar Alquran yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari guru ngaji keliling, guru ngaji kampung, pengajar di TPA hingga guru ngaji di daerah pelosok Kotim.

Ia menilai keberadaan guru ngaji sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam membimbing masyarakat agar mampu membaca dan memahami Alquran.

"Jadi Kami merasa berkepentingan karena guru ngaji ujung tombak terselenggaranya mengaji setiap hari 1 juz tanpa ada guru ngaji tidak ada yang bisa membaca Alquran sehingga guru mengaji itu perlu diapresiasi agar ODOJ bisa berjalan sejauh ini," tambahnya.

Minat masyarakat untuk belajar mengaji di daerah pelosok cukup tinggi, khususnya dari kalangan ibu-ibu. Oleh karena itu, ODOJ Kalteng terus mengembangkan dakwah hingga ke wilayah pedalaman.

"Sampai sejauh ini yang berminat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar Alquran itu adalah ibu-ibu, terutama di wilayah pelosok. Oleh karena itu kita gencar melaksanakan dakwah pelosok bersinergi dengan komunitas lain sehingga cahaya dakwah itu tidak hanya di kota. Kita berusaha menghidupkan sinar dakwah itu di pelosok-pelosok karena mereka jarang sekali tersentuh dakwah," ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini aktivitas dakwah Alquran uran masih didominasi oleh kaum ibu. Karena itu, ODOJ Kalteng kini berupaya melibatkan generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan pembinaan Alquran.

"Merupakan PR bagi kami karena selama ini yang bergerak aktif menyebarkan dakwah mayoritas ibu-ibu. Setahun terakhir kami berusaha merekrut generasi muda untuk aktif ambil bagian dalam kegiatan pembinaan dakwah Alquran. Salah satunya dengan menjaring pengurus muda kemudian melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah," ucapnya.

Selain program Senyum Guru Ngaji, ODOJ Kalteng juga menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Ramadan bersama Alquran ke-9, seperti pesantren muslimah yang dilaksanakan di empat titik Rumah Quran binaan ODOJ Kalteng, klinik tahsin untuk memperbaiki bacaan dan tajwid Alquran, serta program ODOJ Goes to School.

"Kemudian kita melaksanakan kegiatan senyum guru ngaji, kemudian ditutup dengan mabit pengurus, di awal sebelum Ramadan Kita sudah melaksanakan tahrib Ramadan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina ODOJ Kalteng Achmad Robita menyampaikan, komunitas ODOJ telah aktif mengembangkan syiar Alquran sejak 2016-2017. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran sekaligus memberikan pelayanan bagi umat.

Ia mengungkapkan, program apresiasi bagi guru ngaji tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan seluruhnya dihimpun secara swadaya oleh anggota komunitas.

"Memang kita tidak bisa mengukur dari nominalnya tapi dilihat dari sisi perhatian, penghargaan dan apresiasi bagi guru ngaji ini juga menandai posisi guru ngaji adalah salah satu pilar dalam membentuk karakter bangsa," ucapnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Tahun ini jumlah paket yang disalurkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah paket yang dibagikan pada tahun ini mencapai 250 paket, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 200 paket. Program tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi para guru ngaji untuk terus mengajarkan Al Quran kepada masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)