BORNEONEWS, Sampit – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur akan segera menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pemerintah daerah memastikan layanan pemenuhan gizi tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar daerah pelosok.
"Tidak hanya di kota, Kotim juga mempunyai sebaran SPPG 3T di dua kecematan yaitu Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang. Yang saat ini sedang berprogres pembangunan ada satu SPPG 3T yaitu di Kecamatan Antang Kalang Desa Tumbang Ramei," kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Umar Kaderi, Minggu, 8 Maret 2026.
Saat ini terdapat empat SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Kotim. Fasilitas tersebut melayani ribuan penerima manfaat dari kalangan siswa, santri pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga non pendidikan, hingga kelompok rentan.
Keempat SPPG tersebut berada di SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Kelurahan Mentawa Baru Hilir, SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Kelurahan Mentawa Baru Hulu, SPPG Kotim Baamang Kelurahan Baamang Tengah, dan SPPG Kotim Parenggean Kelurahan Parenggean.
Selain itu, dua SPPG lainnya sedang dipersiapkan untuk segera beroperasi, yaitu SPPG Kotim Baamang Baamang Barat dan SPPG Kotim Cempaga Hulu Desa Pelantaran, yang termasuk dalam program SPPG Polri.
Hingga 24 Februari 2026, empat SPPG yang telah aktif tersebut telah melayani lebih dari 11.000 penerima manfaat. Program ini menjangkau siswa sekolah, santri pondok pesantren, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Rincian jumlah penerima manfaat di setiap SPPG antara lain SPPG Mentawa Baru Hilir melayani 3.430 penerima manfaat, SPPG Mentawa Baru Hulu melayani 2.866 penerima manfaat, SPPG Baamang Barat melayani 2.498 penerima manfaat, dan SPPG Parenggean melayani 2.561 penerima manfaat.
Program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, sehingga dapat mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta meningkatkan konsentrasi belajar.
Pelaksanaan program MBG di Kotim juga melibatkan 177 relawan yang berasal dari masyarakat lokal di masing-masing wilayah SPPG.
Selain itu, berbagai pemasok bahan pangan lokal turut dilibatkan untuk menyediakan kebutuhan dapur, seperti ayam, ikan, sayuran, buah, telur, tahu-tempe, susu, hingga gas.
Tak hanya itu, pelaku UMKM lokal juga ikut berpartisipasi dengan menyediakan produk roti, kue, dan makanan tambahan lainnya untuk mendukung menu bergizi bagi penerima manfaat.
Pemerintah daerah berharap program MBG dapat memberikan dampak luas, tidak hanya dalam pemenuhan gizi masyarakat tetapi juga dalam mendorong perputaran ekonomi lokal.
"Kami mengharapkan MBG di Kab. Kotim ini menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara nyata. Dan semoga kedepannya seluruh penerima manfaat di Kab.Kotim bisa segera terlayani oleh MBG," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









