SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menunggu waktu berbuka puasa tidak selalu diisi dengan duduk santai atau berburu takjil. Bagi sebagian warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ngabuburit justru menjadi lebih bermakna ketika diisi dengan aktivitas menyehatkan seperti berolahraga.

Pemandangan itu terlihat di kawasan Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut, Minggu sore, 8 Maret 2026. Saat matahari mulai condong ke barat, sejumlah warga tampak memanfaatkan jalur lambat di kawasan tersebut untuk berlari santai, berjalan kaki, hingga bersepeda.

Meski tidak seramai hari-hari biasa di luar bulan Ramadan, suasana di lokasi tetap hidup. Warga datang silih berganti, mengenakan pakaian olahraga sambil menikmati udara sore.

Langkah kaki para pelari dan pejalan kaki berpadu dengan deru kendaraan melintas perlahan. Bagi mereka, aktivitas ini bukan hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga cara menyenangkan untuk menunggu azan magrib.

Alif, salah seorang warga yang rutin berlari di kawasan itu, mengaku tetap menjaga rutinitas olahraga meski sedang berpuasa. Hanya saja, ia menyesuaikan intensitasnya agar tidak terlalu menguras tenaga.

"Saya rutin olahraga disini, tapi untuk jarak dan waktu lari dikurangi dari biasanya. Kalau puasa gini paling lari ringan 20-30 menit. Sekalian ngabuburit juga, sambil nunggu waktu buka puasa," kata Alif.

Baginya, olahraga saat puasa justru membantu tubuh tetap segar. Apalagi jika dilakukan pada sore hari menjelang berbuka, sehingga setelah selesai beraktivitas ia bisa langsung mengisi energi kembali.

Suasana yang sama juga dirasakan Fauzi, warga lainnya yang memilih berjalan santai bersama temannya di sepanjang jalur Terowongan Nur Mentaya. Menurutnya, berolahraga di tempat yang ramai membuat semangat tetap terjaga.

"Kalau sore di sini banyak yang olahraga, jadi lebih semangat. Daripada menunggu buka puasa di rumah, lebih baik jalan santai sambil ngabuburit," ujarnya.

Terowongan Nur Mentaya, khususnya di jalur lambat Jalan Tjilik Riwut, memang sudah lama dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Sampit untuk berolahraga. Jalurnya yang panjang dan relatif nyaman membuat banyak orang memanfaatkannya untuk jogging maupun bersepeda.

Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup mudah dijangkau dari berbagai wilayah di kota, sehingga hampir setiap sore kawasan tersebut selalu dipadati warga yang beraktivitas.

Menariknya, di sela aktivitas olahraga, beberapa komunitas juga terlihat berbagi takjil gratis kepada warga yang melintas. Hal ini membuat suasana ngabuburit semakin terasa hangat.

Selain di kawasan Terowongan Nur Mentaya, area Stadion 29 Nopember Sampit juga menjadi pilihan warga untuk berolahraga menjelang berbuka. (DEWI PATMALASARI/R)