BORNEONEWS, Pulang Pisau - Hakekat peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahun adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa.
Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengatakan itu saat menjadi Inspektur dalam upacara Peringatan Hari Ibu, di GPU Handep Hapakat Jalan Panunjung Tarung Pulang Pisau, Kamis (22/12/2016).
Menurut bupati, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Dengan pelaksanaan PHI ini diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan serta membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan,” katanya.
Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, kata Edy juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan, demikian juga pada perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.
Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki telah mendorong keduanya sebagai mitra dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bertepatan dengan PHI ke-88 Tahun 2016 ini kata Bupati telah diusung tema, keseteraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan Indinesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.
Menurutnya tema ini dibangun dengan melihat situasi bangsa Indonesia dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2016 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Program Nawacita sebagai salah satu agenda nasional.
Bupati mengaku telah banyak kemajuan dan keberhasilan yang dicapai perempuan Indonesia hingga saat ini, namun tidak dipungkiri bahwa kondisi perempuan juga anak sebagai kelompok masyarakat yang rentan dari berbagai kekerasan, eksploitasi, dan perlakukan diskriminatif lainnya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pimpinan organisasi perempuan yaitu dharma wanita persatuan Kabupaten Pulang Pisau, TP-PKK, Bhayangkari, Persit, Adhyaksa Dharmakarini, Ikiawan dan mitra kerja lainnya yang selalu bersama-sama ikut menyelenggarakan hari Ibu,” katanya.
Pemotongan tumpeng merangkai kegiatan peringatan hari ibu oleh Ketua PKK Kabupaten Pulang Pisau Hj Nunu Andriani Pratowo, disaksikan Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo, Wakapolres Kompol M Zainur Rofik, Ketua DPRD Maruadi, Perwira Penghubung Kodim 1011/Klk Tubagus Abdul Halim, PLH Sekda Tiswanda dan kaum ibu dari organisasi-organisasi wanita di Kabupaten Pulang Pisau. (JAMES DONNY/m)








