PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jekan Raya Palangka 3 di Kota Palangka Raya dihentikan sementara mulai Senin, 9 Maret 2026. 

Penghentian sementara tersebut dilakukan karena adanya renovasi pada sebagian bangunan dapur sehingga kegiatan operasional tidak memungkinkan berjalan bersamaan dengan proses perbaikan.

Renovasi ini dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dapur agar pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik ke depannya. Selama proses perbaikan berlangsung, aktivitas pengolahan dan distribusi makanan dari dapur tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dapat disalurkan kepada penerima manfaat meskipun dapur SPPG tersebut sedang tidak beroperasi.

Menurut Khemal, penghentian operasional dapur seharusnya tidak sampai mengganggu penyaluran program pemenuhan gizi kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok penerima yang telah terdaftar dalam program tersebut.

Ia menyarankan agar penyaluran MBG sementara waktu dapat dibantu oleh dapur SPPG lain yang masih beroperasi di wilayah Kota Palangka Raya, sehingga distribusi makanan tetap berjalan.

“Program MBG ini sangat penting bagi masyarakat penerima manfaat. Jadi meskipun dapur sedang direnovasi, penyaluran tetap harus berjalan dengan memanfaatkan dapur lain yang tersedia,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.

Program ini katanya menyangkut kebutuhan masyarakat, sehingga meskipun dapur sedang direnovasi, penyaluran tetap harus berjalan dengan memanfaatkan dapur lain. 

"Program ini kan milik pak presiden, kami harap bisa saling bekerjasama lah," mintanya. (MARINI/H)