BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Sumadi, menyoroti permasalahan rantai pasok buah lokal yang dinilai masih belum efisien. Hal tersebut disampaikannya berdasarkan laporan dari para petani yang mengeluhkan distribusi hasil panen ke pasar modern.
Menurut Sumadi, kendala utama yang dihadapi petani bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga pada sistem distribusi yang belum berjalan optimal. Kondisi ini menyebabkan buah lokal sering kali tiba di ritel modern dengan harga yang lebih mahal atau dalam kondisi kurang segar.
Ia menjelaskan, proses pengiriman dan penyimpanan yang belum didukung sistem rantai dingin (cold chain) yang memadai membuat kualitas buah lokal cepat menurun sebelum sampai ke tangan konsumen.
"Akibatnya, buah yang dipasarkan di swalayan berisiko mengalami kerusakan lebih cepat. Dalam beberapa kasus, buah yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan bahkan harus disita atau ditarik oleh petugas karena tidak layak untuk dijual," katanya, Senin, 9 Maret 2026.
Sumadi menilai kondisi tersebut tentu merugikan para petani sekaligus pelaku usaha yang memasarkan produk lokal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem rantai pasok serta mendukung fasilitas penyimpanan dan distribusi yang lebih baik.
"Dengan perbaikan sistem distribusi, kami berharap buah lokal dari wilayah sekitar Palangka Raya dapat bersaing di pasar modern dengan kualitas yang tetap terjaga serta harga yang lebih kompetitif," pungkasnya. (MARINI/H)









