BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mencatat terdapat empat kasus dugaan campak yang ditemukan di wilayah tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, satu kasus telah dinyatakan positif, satu kasus negatif, sementara dua kasus lainnya masih menunggu hasil laboratorium.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr Pande Putu Gina menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kasus yang ada sambil menunggu kepastian hasil pemeriksaan laboratorium.
“Dari empat kasus yang dilaporkan, satu kasus sudah dinyatakan positif campak, satu kasus negatif, dan dua kasus lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari RS Banjarbaru,” ujar dr Pande, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan terus melakukan langkah-langkah pemantauan dan penanganan terhadap pasien, sekaligus melakukan upaya pencegahan agar penyakit tersebut tidak menyebar lebih luas di masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap gejala campak seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
“Jika masyarakat menemukan gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa segera ditangani,” tambahnya.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya imunisasi bagi anak-anak sebagai langkah pencegahan utama terhadap penyakit campak, sehingga penyebaran penyakit dapat diminimalkan di tengah masyarakat.
“Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan anak mendapatkan vaksinasi MR/MMR sesuai jadwal, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak berada di kelas 1 SD,” pungkasnya. (RETHA/J)









