BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Pengembangan Pendidikan Vokasi. Program ini disiapkan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan praktis agar siap bersaing di dunia kerja.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keterampilan.
“Program ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, memiliki keterampilan, dan mampu bersaing di dunia kerja,” kata Reza di Palangka Raya, Senin, 9 Maret 2026.
Program pendidikan vokasi ini merupakan bagian dari program strategis sektor pendidikan yang diinisiasi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut dirancang untuk memberikan pendidikan berbasis praktik kepada para peserta, terutama pada sektor pertanian dan bidang produktif lainnya.
Reza menjelaskan program vokasi tersebut menargetkan sekitar 2.000 peserta dengan masa pendidikan selama satu tahun.
“Metode pembelajarannya memadukan teori dan praktik. Sekitar 30 persen dilakukan di kelas, sementara 70 persen lainnya berupa praktik langsung di lapangan,” ujarnya.
Melalui pola pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Ia mencontohkan, ketika peserta melakukan praktik pertanian seperti menanam atau kegiatan budidaya lainnya, hasil yang diperoleh dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Program vokasi ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah perangkat daerah.
Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kehutanan yang memberikan dukungan teknis selama pelaksanaan program.
Selain itu, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Muhammadiyah Palangka Raya melalui program pendidikan Diploma 1 (D1).
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di Kalimantan Tengah.









