PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyebut sebanyak 25.950 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat menjadi sasaran penerima Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di Kalimantan Tengah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan jumlah calon penerima bantuan tersebut berdasarkan hasil pendataan yang disampaikan dalam rapat pimpinan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Untuk Kota Palangka Raya diproyeksikan sekitar 25.950 kepala keluarga yang akan menerima bantuan melalui Program KHBS,” kata Fairid di Palangka Raya, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan data calon penerima bantuan disusun melalui proses pendataan yang memuat identitas penerima secara rinci. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penetapan penerima bantuan juga mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat yang terus diperbarui secara berkala.

Pembaruan data dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan, seperti warga yang pindah domisili, meninggal dunia, maupun masyarakat yang kondisi ekonominya sudah membaik sehingga tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan.

“Pendataan dilakukan dengan sistem by name by address sehingga identitas penerima jelas dan penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Program KHBS sendiri diluncurkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran pada 20 Februari 2026.

Program tersebut menargetkan sekitar 300 ribu kepala keluarga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dengan dukungan anggaran sekitar Rp400 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah.

Melalui kartu tersebut, masyarakat prasejahtera akan memperoleh berbagai bentuk bantuan, mulai dari bantuan sosial, dukungan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan penyaluran bantuan Program KHBS dilakukan secara bertahap dan mulai direalisasikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.