SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur menilai sekolah memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga sarana edukasi bagi peserta didik untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan.

“Sekolah sangat strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah, tidak hanya untuk menjaga kebersihan sekolah tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan bagi siswa,” kata Marjuki di Sampit, Senin, 9 Maret 2026.

Untuk mendukung hal tersebut, DLH secara berkelanjutan mendorong sekolah-sekolah, khususnya di kawasan Kota Sampit, agar mendirikan bank sampah di lingkungan masing-masing.

Ia mengakui hingga saat ini jumlah sekolah yang memiliki bank sampah masih relatif sedikit. Bahkan ada beberapa sekolah yang telah membentuk bank sampah, namun tidak dikelola secara konsisten sehingga tidak lagi berjalan aktif.

Padahal, menurutnya, keberadaan bank sampah dapat membantu pengelolaan sampah di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kesadaran siswa dalam memilah dan memanfaatkan sampah.

Selain itu, sejumlah sekolah juga menjadi titik pantau dalam penilaian Adipura setiap tahunnya. Karena itu, keberadaan bank sampah turut berkontribusi terhadap penilaian kebersihan lingkungan sekolah.

Marjuki menambahkan edukasi pengelolaan sampah sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi para siswa, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan di rumah.

“Harapannya, kebiasaan memilah dan mengelola sampah ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan oleh siswa di lingkungan rumah,” ujarnya.

DLH Kotim juga terus mendorong peningkatan jumlah Sekolah Adiwiyata sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan.

Saat ini jumlah Sekolah Adiwiyata di Kotawaringin Timur masih sekitar lima persen dari total 596 satuan pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.

Ke depan, DLH berharap seluruh satuan pendidikan di daerah tersebut dapat menjadi Sekolah Adiwiyata yang mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam menerapkan konsep sekolah ramah lingkungan serta pengelolaan sampah berbasis sumber.