JAKARTA –

BORNEONEWS, Oslo – Kepolisian Norwegia tengah menyelidiki insiden ledakan yang terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo pada Minggu (8/3) pagi waktu setempat. Otoritas setempat tidak menutup kemungkinan peristiwa tersebut berkaitan dengan dugaan aksi terorisme.

Kepala Unit Penyelidikan dan Intelijen Gabungan Norwegia Frode Larsen mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab ledakan tersebut.

“Hipotesis sementara memang mengarah pada kemungkinan terorisme, namun kami belum dapat memastikan. Kami masih membuka berbagai kemungkinan lain,” ujar Larsen dalam konferensi pers yang dikutip media pemerintah Norwegia, Norsk Rikskringkasting (NRK).

Ia menambahkan penyelidikan juga mempertimbangkan konteks situasi keamanan global yang sedang memanas, termasuk ketegangan di Timur Tengah.

Meski demikian, otoritas Norwegia menegaskan bahwa tingkat ancaman nasional di negara tersebut belum mengalami perubahan pasca insiden tersebut.

Sementara itu, Dinas Kepolisian Norwegia menyatakan sejumlah besar personel telah dikerahkan ke kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat di distrik Huseby, Oslo bagian barat.

Petugas bergerak setelah menerima laporan adanya suara ledakan keras sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau sekitar pukul 07.00 WIB.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar AS dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ledakan terjadi di area gedung kedutaan, tepatnya di bagian depan pintu masuk konsuler. Namun, kerusakan yang ditimbulkan dilaporkan tidak signifikan.

Komandan kepolisian setempat Michael Dellemyr menyebut kerusakan yang terjadi hanya bersifat ringan. Pihaknya belum dapat memastikan jenis ledakan maupun penyebab pasti karena penyelidikan masih berlangsung.

Saat ini aparat keamanan masih memburu satu atau lebih orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Selain itu, petugas telah melakukan penyisiran di sekitar kompleks Kedutaan Besar AS untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tersisa di lokasi.

ANTARA