BORNEONEWS, Washington – Pemerintah Iran meminta Amerika Serikat memberikan penjelasan terkait alasan serangan yang dilakukan terhadap negaranya sebelum membahas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan penjelasan tersebut penting sebagai dasar untuk mempertimbangkan langkah diplomatik selanjutnya.
“Mereka harus menjelaskan mengapa memulai agresi ini sebelum kami sampai pada tahap mempertimbangkan gencatan senjata,” kata Araghchi dalam wawancara dengan NBC News, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menegaskan Iran menilai tindakan yang dilakukan saat ini merupakan bentuk pembelaan diri atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Araghchi, konflik yang terjadi bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Iran, namun negara tersebut merasa dipaksa untuk merespons serangan yang dianggap dilakukan tanpa provokasi.
“Tidak ada yang ingin melanjutkan perang ini. Namun kami dipaksa oleh Amerika Serikat dan Israel yang memulai konflik ini tanpa alasan yang jelas. Apa yang kami lakukan adalah bentuk sah dari pembelaan diri,” ujarnya.
Araghchi juga membantah tudingan bahwa Iran secara sengaja menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah.
Ia menjelaskan bahwa target serangan Iran adalah pangkalan militer serta aset milik Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut.
“Keliru jika disebut Iran menyerang negara-negara tetangga. Kami menyerang pangkalan dan instalasi militer Amerika yang berada di wilayah tersebut,” kata dia.
Menurutnya, keberadaan aset militer Amerika Serikat di wilayah negara-negara tetangga Iran membuat serangan balasan yang dilakukan turut terjadi di kawasan tersebut.
Iran menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons terhadap serangan yang sebelumnya dilakukan terhadap negara itu.
ANTARA









