PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengimbau seluruh masyarakat di Kota Cantik untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan untuk melakukan perjalanan mudik.

Hal ini disampaikan sebagai langkah antisipasi guna meminimalisir risiko terjadinya musibah, seperti kebakaran maupun tindak pencurian, saat rumah dalam keadaan kosong.

Fairid menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh instalasi listrik dan peralatan elektronik. Warga diminta untuk mencabut kabel dari stop kontak yang tidak diperlukan guna mencegah terjadinya korsleting listrik.

Pasalnya, hubungan arus pendek seringkali menjadi pemicu utama terjadinya musibah kebakaran di lingkungan permukiman saat musim libur panjang.

Selain masalah kelistrikan, Wali Kota juga mengingatkan warga untuk memastikan kompor gas dalam kondisi mati dan regulator tabung gas telah dilepas. Langkah sederhana ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kebocoran gas yang dapat berakibat fatal.

Pemeriksaan kran air juga perlu dilakukan agar tidak terjadi pemborosan atau genangan air di dalam rumah selama ditinggal.

"Saya meminta kepada warga yang akan mudik, tolong cek kembali kondisi keamanan rumah dengan teliti. Pastikan semua pintu dan jendela sudah terkunci dengan rapat. Jika memungkinkan, gunakan kunci ganda untuk menambah keamanan," ujar Fairid Naparin, Senin, 9 Maret 2026

Wali Kota juga menyarankan agar masyarakat yang hendak mudik dapat melapor atau menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga terdekat yang tidak mudik atau kepada pengurus RT/RW setempat. Komunikasi antar warga dinilai sangat efektif untuk menjaga keamanan lingkungan secara kolektif, sehingga potensi kerawanan bisa dideteksi lebih dini oleh petugas keamanan lingkungan.

Fairid mendoakan agar perjalanan mudik warga Kota Palangka Raya berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

"Saya berharap dengan kewaspadaan yang tinggi sebelum berangkat, masyarakat dapat merayakan hari raya di kampung halaman dengan perasaan tenang dan nyaman tanpa harus mengkhawatirkan kondisi aset yang ditinggalkan," pungkasnya. (PATHUR/Y)