SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rentatan aksi pencurian terjadi sepanjang bulan Ramadan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Aksi kejahatan yang kian marak itu, membuat sejumlah pedagang menjadi resah.

Para pelaku kejahatan terkesan semakin berani melancarkan aksinya, mulai dari pembobolan rumah, toko atau minimarket hingga perampokan menggunakan senjata tajam.

Ramadani, salah seorang pengusaha toko sembako di kecamatan Baamang, mengaku resah dengan semakin sering terjadinya kasus pencurian di sampit. Kondisi itu membuatnya tidak tenang dalam menjalakan usahanya.

"Saya baca berita belakangan ini isinya banyak pencurian, bahkan ada pencurian di toko Alfamart yang terjadi dua malam berturut-turut. Kami sebagai pengusaha sembako jadinya kawatir juga." kata Ramadani, Senin, 9 Maret 2026.

Ramadani mengaku, sejak pulang ke rumah meninggalkan toko tanpa adanya penjaga, membuat malam-malamnya tidak tenang. Meski di toko sembako miliknya telah dipasang sejumlah kamera pengawas (CCTV)

"Memang ada CCTV, tapi kan nggak mungkin juga dipantu setiap waktu. Sempat kepikiran juga buat nyari orang buat jaga malam di toko, tapi itu perlu biaya lagi. Sejak ramainya pencurian saja sering minta bantu tetangga samping toko untuk bantu ngecek," jelasnya.

Ia berharap para pelaku pencurian yang semakin meresahkan tersebut bisa segera ditangkap, sehingga warga bisa merasa lebih tenang. Aparat juga perlu semakin meningkatkan kemanan.

"Was-was juga kalau pelakunya belum ditangkap, nggak ada jaminan juga kalau pelaku tidak beraksi lagi. Makanya saya harapkan aparat kemanan bisa bertindak tegas, patroli juga perlu ditingkatkan lagi." ucapnya.

Rentetan kasus itu mulai dari perampokan rumah Warga di jalan Jalan Pandawa, yang menyebabkan korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh. Kemudian perampokan agen BRI Link di Jalan HM Arsyad, Pelaku yang menggunakan senjata tajam membawa kabur uang Rp9 juta.

Selanjutnya pencurian agen BRI Link di Jalan Cristopel Mihing, namun pelaku pulang dengan tangan Kosong. Ada juga pencurian rumah melalui jendela di Jalan Islandar, pelaku mencuri saat korban salat tarawih dan berhasil menggasak uang korban sebesar Rp 8,5 juta.

Tidak berhenti sampai disitu, mesin ATM Bank Sinarmas di Jalan Ahmad Yani turut jadi korban pencurian. Meskin atm di bobol dan pelaku dikabarkan menggasak uang sebesar Rp 10 juta.

Dan yang baru-baru ini terjadi, adalah pembobolan dua toko Alfamart di Jalan Ahmad Yani. Kasus pencurian itu terjadi dalam waktu dua malam berturut-turut, di toko pertama kerugian mencapai Rp 10 juta sementara di toko kedua masih dalam penghitungan korban. (BUDDI RAHMAT H/j)