BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penggunaan baju bekas impor yang beredar di pasaran karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Menurut Khemal, selain berdampak pada persaingan usaha pedagang lokal, peredaran pakaian bekas dari luar negeri juga perlu mendapat perhatian dari sisi kesehatan.
"Dikhawatirkan itu pakaian bekas yang tidak melalui proses sterilisasi dengan baik berpotensi menjadi media penularan penyakit kulit maupun gangguan kesehatan lainnya," katanya, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan pakaian bekas yang berasal dari luar negeri tidak selalu diketahui secara pasti riwayat penggunaannya maupun kondisi kebersihannya.
"Jika tidak ditangani dengan baik sebelum dijual kembali, hal tersebut dapat membahayakan konsumen," bebernya.
Khemal mendorong instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pakaian bekas impor di pasar maupun pusat perdagangan agar tidak merugikan masyarakat maupun pedagang lokal.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam membeli pakaian, terutama yang berasal dari barang bekas, serta memastikan kebersihannya sebelum digunakan.
“Selain berdampak pada pedagang lokal, kita juga harus waspada karena baju bekas impor berpotensi menularkan penyakit jika tidak dipastikan kebersihannya,” pungkasnya. (MARINI/R)









