BORNEONEWS, Palangka Raya – Dari tiga rancangan peraturan daerah (raperda) yang menjadi pekerjaan rumah (PR) agenda pembahasan di DPRD Kalteng, satu persatu mulai tergarap dan tersisa dua lagi yang akan dibahas.
Namun pada Kamis (22/12/2016), Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengantarkan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Ia membacakan pidato pengantar RPJMD tersebut di hadapan 29 anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna ke-14.
Pekan lalu, Jumat (16/12/2016) telah disepakati satu buah Raperda antara DPRD dan Gubernur yaitu tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat paripurna ke-13 masa persidangan III 2016. Sehingga tersisa satu lagi Draf Raperda yang belum disampaikan yaitu tentang APBD murni 2017.
“Saya terima secara resmi draf RPJMD 2016-2021 dan akan diserahkan kepada lembaga DPRD untuk dibahas dalam rapat-rapat berikutnya sesuai jadwal yang ditentukan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kalteng Baharuddin Lisa yang memimpin rapat paripurna tersebut.
Di deretan meja pimpinan sidang, hanya ada Gubernur Sugianto dan Baharuddin Lisa pada paripurna kemarin. Ia termasuk dalam 29 orang yang disebutkan Sekretaris Dewan, Tantan, saat membacakan jumlah kehadiran untuk menyebutkan telah kuorum atau tidak.
Ketua DPRD Reinhard Atu Narang tidak hadir. Wakil Ketua DPRD Abdul Razak juga tidak hadir karena izin menjalankan umrah. Sedangkan Wakil Ketua DPRD pengganti Yustina Ismiati, baru akan dilantik pada Jumat hari ini atas nama Heriansyah, wakil rakyat asal partai Gerindra.
Sementara Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, RPJMD 2016-2021 yang diajukannya merupakan rencana pembangunan lima tahun tahap ketiga dari pelaksanaan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kalteng 2005-2025 yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Proses penyusunan RPJMD Kalteng ini sudah melalui tahapan dan mekanisme sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku. Saya akan sampaikan RPJMD secara umum dalam kesempatan ini. Misi yang sudah disepakati dan merupakan visi pembangunan 2016-2021 adalah Kalteng yang maju, mandiri, dan adil untuk kesejahteraan segenap masyarakat menuju Kalteng BERKAH,” tegasnya.
Misi pembangunan Kalteng tersebut, tandas Sugianto, harus dapat diukur keberhasilannya dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam bingkai NKRI. Arah pembangunan telah dirumuskan, antara lain Pemantapan RTRWP, pengelolan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, pesisir dan pantai, pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, pemantapan tata kelola pemerintahan daerah, peningkatan pendidikan kesehatan dan pariwisata, pengelolaan LH dan SDA, serta pengelolaan pendapatan daerah.
“Ke delapan misi tersebut diatas, merupakan kristalisasi dari apa yang ingin diwujudkan secara nyata dalam program prioritas pembangunan Kalteng yang akan erakhir pada 2021. Secara teknokratik, gambaran tersebut dapat dicapai disesuaikan dengan kemampuan pendanaan APBD serta APBN,” tegasnya. (ROZIKIN/m)








