JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (BNI) memutuskan membagikan dividen tunai Rp13,03 triliun atau 65 persen dari laba bersih 2025 sebesar Rp20,04 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Corporate Secretary Okki Rushartomo menyebut, alokasi laba ditahan 35 persen atau sekitar Rp7,01 triliun akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan penguatan permodalan BNI. RUPST juga menyetujui buyback saham senilai maksimal Rp905,48 miliar untuk menjaga stabilitas harga dan fleksibilitas modal.

“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan,” ujar Okki sebagaimana dikutip pada Selasa, 10 Maret 2026.

Selain itu, pemegang saham menyetujui reklasifikasi saham Seri B menjadi Seri A Dwiwarna sebanyak 223,7 juta lembar, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi BUMN terbaru.

Keputusan lain mencakup pengesahan laporan keuangan 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Komisaris 2026, penunjukan akuntan publik, serta persetujuan RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027.

Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat fundamental BNI, mendukung pertumbuhan perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah persaingan industri keuangan.

ANTARA