BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan di pasar komoditas India, Rabu (21/12), harga futures minyak kedelai India mengalami kenaikan tipis. Tren ini mengikuti penguatan harga minyak sawit Malaysia dan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
Menurut laporan Reuters, future minyak sawit Malaysia ditutup menguat, sekaligus mengakhiri rentetan pelemahan dalam tiga sesi sebelumnya. Sedangkan harga minyak kedelai untuk kontrak Januari, BOv1, di CBOT, juga berakhir menguat.
Untuk minyak kedelai kontrak Januari, NSOF7, di National Commodity & Derivatives Exchange Ltd (NCDEX), tercatat naik tipis sebesar 720 rupee ($10,61) per 10 kg hingga pukul 13:10 GMT.
Berbeda dengan harga futures minyak kanola (rapeseed) yang ditutup turun menyusul ekspektasi meningkatnya pasokan seiring dengan membaiknya volume produksi. Harga minyak kanola untuk kontrak Januari, NRSF7, turun 0,25 persen menjadi 4.363 rupee per 100 kg, yang merupakan pelemahan dalam enam sesi berurutan.
Sementara itu, futures biji kedelai untuk kontrak Januari, NSBF7, ditutup melemah 0,4 persen menjadi 3.013 rupee per 100 kg.
Kemudian, future jagung untuk kontrak Januari, NMZFF7, naik 0,2 persen menjadi 1.419 rupee per 100 kg, dan futures gandum untuk kontrak Januari, NWTF7, ditutup turun 0,5 persen menjadi 1.986 rupee per 100 kg. (NEDELYA RAMADHANI/m)








