BORNEONEWS, Moskow – Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah negara mitra yang dinilai memiliki hubungan kerja sama yang kuat dan dapat diandalkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat memimpin pertemuan di Kremlin pada Senin, 9 Maret 2026, yang membahas perkembangan pasar energi global, khususnya sektor minyak dan gas.
“Saya mendapat laporan bahwa pasokan energi ke mitra-mitra tepercaya kami terus meningkat dan dilakukan di berbagai kawasan secara bersamaan,” kata Putin.
Ia menilai, permintaan energi global saat ini semakin meningkat seiring memanasnya situasi geopolitik, terutama akibat krisis yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Menurut Putin, kondisi tersebut memicu persaingan yang semakin ketat di antara negara-negara pembeli untuk mendapatkan pasokan energi.
Ia menambahkan, Rusia dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan memperluas distribusi energi ke pasar yang membutuhkan tambahan pasokan.
“Jika kita fokus pada pasar yang memerlukan peningkatan suplai energi, posisi kita di pasar tersebut bisa semakin kuat,” ujarnya.
Selain itu, Putin juga menilai bahwa upaya untuk sepenuhnya mengalihkan jalur pasokan minyak dari Timur Tengah tanpa melalui Selat Hormuz bukanlah langkah yang realistis dalam kondisi saat ini.
Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran strategis bagi distribusi minyak dunia, terutama bagi negara-negara di kawasan Teluk.
Pernyataan Putin muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang turut memengaruhi stabilitas pasar energi global.
ANTARA









