BORNEONEWS, Sampit – Menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengingatkan pentingnya peningkatan pengamanan di seluruh destinasi wisata, tidak hanya di kawasan pantai.
"Kami sudah menyiapkan surat edaran kepada OPD terkait, camat, lurah, kepala desa serta pengelola destinasi wisata agar mempersiapkan personel pengamanan dan memasang penanda atau rambu," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotim Bambang Supiansyah, Selasa, 10 Maret 2026.
Bambang menegaskan, selama ini perhatian masyarakat dan pemerintah sering terfokus pada kawasan Pantai Ujung Pandaran saat libur panjang. Padahal, ada sejumlah lokasi wisata lain yang juga memiliki potensi bahaya, salah satunya kawasan danau di KM 6 Jalan Jenderal Sudirman Sampit.
Beberapa lokasi yang dimaksud di antaranya Danau Biru serta danau galian yang berada di kawasan perumahan Bina Karya. Kawasan tersebut beberapa kali memakan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
"Di bulan Ramadan ini saja sudah ada satu korban dari siswa SMK yang tenggelam. Sebelumnya di Danau Biru juga sudah dua kali terjadi korban, satu pada Januari 2026 dan satu lagi beberapa tahun sebelumnya," katanya.
Karena itu, ia meminta pengelola wisata dan instansi terkait, terutama Dinas Pariwisata Kotim, untuk memberikan imbauan kepada pemilik destinasi wisata agar meningkatkan standar keselamatan bagi pengunjung.
Untuk mengantisipasi kemungkinan insiden selama libur Lebaran, BPBD Kotim telah menyiapkan 47 personel dan 5 koordinator lapangan yang akan bertugas secara bergantian.
"Setiap petugas yang piket wajib melakukan patroli minimal satu kali dalam satu shift untuk memantau kondisi di lapangan," tambahnya.
Selain itu, BPBD Kotim juga membuka layanan nomor darurat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan saat terjadi insiden. Nomor darurat yang disiapkan adalah 0851-4753-6370, dan akan disosialisasikan melalui media sosial agar mudah diakses masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat yang berwisata tetap berhati-hati. Jika terjadi keadaan darurat di tempat wisata, silakan segera menghubungi nomor tersebut agar petugas bisa segera merespons," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









