SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaktifkan sejumlah Closed Circuit Television (CCTV) di 8-10 titik strategis di Kota Sampit untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, termasuk dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

"CCTV yang sudah mulai diaktifkan Dishub ada di beberapa titik, contohnya di simpang Jalan Pelita–HM Arsyad, simpang HM Arsyad–MT Haryono, dan simpang empat Terminal Patih Rumbih," ujar Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, Selasa, 10 Maret 2026.

Selain di lokasi tersebut, kamera pemantau juga dipasang di beberapa titik lain yang dinilai rawan kepadatan lalu lintas.

Menurutnya, keberadaan CCTV tersebut bertujuan untuk memudahkan pemantauan arus kendaraan secara langsung, sehingga petugas dapat segera mengambil langkah jika terjadi kepadatan atau gangguan lalu lintas.

Raihansyah menjelaskan, pihaknya juga berencana menambah pemasangan CCTV di beberapa lokasi lainnya, seperti di kawasan Bundaran Polres Sampit. Namun hingga saat ini kamera di lokasi tersebut belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan sejak lama.

"Kami masih mencoba memasang di dekat Bundaran Polres, namun belum bisa fungsional karena sudah cukup lama rusak," tambahnya.

Dishub Kotim juga mempertimbangkan pemasangan kamera pemantau di kawasan Bundaran Semekto akses masuk Bandara H Asan Sampit yang juga menjadi jalur masuk kendaraan menuju Kota Sampit.

Selain itu, beberapa titik di kawasan Terowongan Nur Mentaya dan sepanjang Jalan Tjilik Riwut juga menjadi lokasi yang diprioritaskan untuk pemasangan CCTV tambahan.

"Pada intinya saat ini sudah aktif sekitar delapan titik kamera. Itu sebenarnya sudah aktif sejak periode Natal dan Tahun Baru lalu," katanya.

Ia menegaskan, penggunaan CCTV tersebut tidak hanya difungsikan untuk memantau arus mudik Lebaran saja, tetapi juga akan terus digunakan secara berkelanjutan untuk membantu pengawasan lalu lintas di Kota Sampit.

"CCTV ini bukan hanya untuk memantau arus mudik Lebaran, tapi akan terus berlanjut untuk membantu kami memantau kondisi lalu lintas secara real time," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)