BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprediksi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Patih Rumbih Sampit masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen, mengacu pada data tahun sebelumnya.
"Kalau kita berkaca dari tahun kemarin, data lonjakan penumpang itu sekitar 40 sampai 50 persen," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Selasa, 10 Maret 2026.
Namun, menurutnya, jumlah tersebut masih bersifat perkiraan karena kondisi ekonomi masyarakat juga sangat mempengaruhi tingkat mobilitas saat mudik Lebaran.
Ia menjelaskan, apabila kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil seperti tahun sebelumnya, kemungkinan lonjakan penumpang tidak akan jauh berbeda.
"Kita tidak tahu tahun 2026 ini. Kalau berkaca dari 2025 kemarin ekonomi kita datar, kemungkinan lonjakan juga tidak terlalu banyak," ujarnya.
Sebaliknya, jika kondisi ekonomi mengalami penurunan, jumlah pemudik juga diperkirakan ikut menurun. "Kalau ekonominya menurun, penumpang juga bisa menurun. Kita melihatnya juga dari kondisi ekonomi secara global karena itu mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk mudik," tambahnya.
Meski demikian, Dishub Kotim mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan di sektor transportasi laut, khususnya di pelabuhan.
"Pantauan kami selain di terminal, di pelabuhan itu sudah mulai luar biasa lonjakan penumpang. Kapal sudah ada peningkatan penumpang," katanya.
Adapun, Dishub Kotim akan membuka Posko Mudik Lebaran 2026 di Terminal Patih Rumbih mulai 13 Maret 2026 atau H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.
Keberadaan posko tersebut bertujuan memastikan kelancaran arus penumpang serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran.
Terminal Patih Rumbih sendiri merupakan terminal transit yang melayani berbagai rute perjalanan antarkota, termasuk rute Sampit–Pontianak, sehingga pengawasan terhadap arus penumpang menjadi sangat penting.
Selain pengawasan arus penumpang, petugas di posko juga akan melakukan pendataan jumlah penumpang yang berangkat maupun datang. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk pengembangan layanan transportasi di masa mendatang.
Dishub Kotim juga memastikan akan melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan serta tes kesehatan sopir secara berkala selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna memastikan kondisi kendaraan dan awak angkutan dalam keadaan aman serta layak jalan. (DEWI PATMALASARI/j)









