BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peringatan Hari Ubu Ke-88 berlangsung unik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pangkalan Bun. Ada lomba merias wajah laki-laki dengan mata tertutup hingga senam oleh sipir dan warga binaan laki-laki dengan pakaian perempuan.

"Sebelumnya ada beberapa rangkaian kegiatan, puncaknya kami gelar hari ini," beber Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun, Arief Gunawan,  Kamis (22/12/2016)

Lanjut Kalapas, warga binaan dan sipir laki-laki juga berlomba memasak nasi goreng untuk dipersembahkan kepada pegawai maupun warga binaan perempaun. Uniknya, saat memasak mereka wajib mengenakan daster dan didandani selayaknya perempuan.

Pemandangan itu, tentu saja mengundang canda tawa bagi sesama pegawai maupun sesama warga binaan yang melihat tingkah para peserta lomba. Kelucuan juga terjadi saat warga binaan berlomba merias wajah dengan mata tertutup.

"Lomba ini digelar untuk mengingat jasa para ibu sekaligus sebagai ajang keakraban sesama warga binaan maupun pegawai lapas," terang Arief.

Usai digelar berbagai lomba yang unik, Lapas Klas IIB Pangkalan Bun menggelar upacara. Semua petugasnya berasal dari warga binaan perempuan, meski demikian upacara tetap berlangsung khidmat.

"Semua kegiatan yang kita gelar ini untuk membuat meriah peringatan Hari Ibu. Kegiatan dari kita untuk kita," kata Arief.

Berbagai lomba digelar untuk membuat keceriaan di antara pegawai dan para warga binaan, sehingga tidak selalu di dalam lapas itu kegiatannya suram, melainkan penuh keceriaan dan akrab dalam suasana kekeluargaan.

"Memang meriah kalau kita lihat. Mudahan ini menjadi penghibur yang dipersembahkan bagi para ibu-ibu yang ada di dalam lapas maupun yang ada di luar sana," jelasnya.

Peringatan ini juga momentum untuk merenungkan tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai oleh kaum perempuan Indonesia untuk kepentingan perempuan, tandas Arief. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)