TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, menyoroti keterbatasan kemampuan keuangan daerah sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Nursulistio, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Barito Timur Tahun 2027, yang digelar di Aula Bapplitbangda setempat, Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah. Melalui forum ini, aspirasi masyarakat yang dihimpun mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dapat dipadukan menjadi perencanaan pembangunan yang lebih terarah.

“Musrenbang ini menjadi forum yang sangat penting untuk menyatukan berbagai usulan pembangunan dari masyarakat. Mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten agar program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Nursulistio juga menyinggung kondisi kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barito Timur saat ini masih berada di kisaran Rp900 miliar sehingga ruang fiskal untuk membiayai berbagai program pembangunan masih relatif terbatas.

“Dengan APBD yang masih di kisaran Rp900 miliar, tentu kita harus benar-benar cermat dalam menentukan prioritas pembangunan. Apalagi porsi anggaran yang langsung menyentuh pembangunan masyarakat masih relatif kecil,” katanya.

Selain itu, Nursulistio mengingatkan agar keberadaan investasi di daerah tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi semata, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR).

“Investasi memang penting karena membuka lapangan kerja, tetapi perusahaan juga harus berkontribusi melalui program CSR yang dapat membantu mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemandirian fiskal daerah. Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah pengembangan pelabuhan yang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menambah pendapatan daerah.

Di akhir penyampaiannya, Nursulistio juga berharap pemerintah provinsi dapat terus memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Barito Timur, khususnya peningkatan ruas jalan provinsi yang dinilai sangat penting dalam menunjang konektivitas wilayah serta memperlancar arus barang dan jasa.

“Kami berharap pemerintah provinsi tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Barito Timur, terutama peningkatan jalan provinsi karena hal itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)