BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Teror bom gereja di Samarinda, dan Singkawang, beberapa waktu lalu, menjadi pertimbangan utama Polres Kotawaringin Barat (Kobar) memfokuskan pengamanan terhadap gereja menyongsong Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017. Karena itu, diharapkan Kobar terbebas dari aksi teror dalam bentuk apapun.

"Kami juga menghimbau masyarakat agar menjaga lingkungan sekitar. Artinya masyarakat menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungannya masing-masing," kata Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Telabang 2016, di Pangkalan Bun, Kamis  (22/12/2016).

Menurut Kapolres Kobar, selain pengamanan terhadap gereja, pria yang menjabat Kapolres Kobar sejak September 2016 ini, juga telah melakukan berbagai langkah dan upaya guna menangkal aksi teror, diantaranya seperti melakukan Safari Kamtibmas dan menyurati Pemkab. Kobar agar mengaktifkan kembali siskamling.

Kapolres menambahkan, upaya pengamanan guna mencegah aksi teror selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017 tidak hanya merupakan tugas aparat kepolisian saja, tetapi juga merupakan tugas bersama seluruh pihak dan stakeholder di Bumi Marunting Batu Aji (sebutan Kabupaten Kotawaringin Barat). Oleh karena itu, Operasi Lilin Telabang 2016 ini diikuti oleh berbagai instansi lintas sektoral. 

"Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 115 dari berbagai instansi, seperti Dinas Kesehatan, Kodim 1014/Pbn, Dishubkominfo, dan lain-lain," ujarnya.

Menurut rencana, Operasi Lilin Telabang 2016 akan digelar mulai 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017. Adapun fokus utama pengamanan ialah gereja dan tempat-tempat keramaian yang biasa dijadikan pusat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).