SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) mengerahkan tim siaga untuk menangani kerusakan jalan, jembatan dan drainase menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

"Kesiapan dinas SDABMBKPRKP dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, kami sudah menyiapkan tim UPTD yang telah membentuk tim siaga yang mana bertugas memantau dan melaksanakan penanganan cepat terhadap potensi kerusakan jalan, jembatan maupun drainase yang mengganggu kelancaran arus mudik," kata Nur Aina, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, ruas jalan di wilayah Kotim terbagi dalam tiga kewenangan, yaitu jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.

Untuk jalan nasional, kewenangannya berada di bawah Balai Jalan Nasional. Ruas tersebut meliputi Jalan Ahmad Yani Sampit sepanjang 2,55 kilometer, Jalan Jenderal Sudirman-Bundaran Balanga sepanjang 3,32 kilometer, Jalan Sudirman-Simpang Bangkal sepanjang 61,77 kilometer, Jalan Lingkar Utara sepanjang 12,63 kilometer, serta Jalan Tjilik Riwut hingga batas Kota Sampit menuju Simpang Pundu sepanjang 98,25 kilometer.

Sementara itu, jalan provinsi yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah meliputi ruas Jalan Palantaran-Parenggean-Tumbang Sangai, Jalan Tumbang Sangai-Antang Kalang, Jalan Sampit-Samuda, Jalan Samuda-Ujung Pandaran, serta Jalan Lingkar Kota Sampit.

Adapun untuk jalan strategis dalam Kota Sampit di antaranya Jalan HM Arsyad, Jalan Tjilik Riwut menuju batas Kota Sampit, Jalan Kapten Mulyono, Jalan MT Haryono, Jalan Pelita, Jalan Pelita Barat, Jalan DI Panjaitan, Jalan H Imran, Jalan Kembali, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda, Jalan Hasan Mansur, Jalan Muchran Ali, Jalan S Parman, Jalan Samekto, dan Jalan Suprapto.

Nur Aina menambahkan, tim UPTD telah mulai bekerja sejak akhir Februari lalu dengan melakukan sejumlah perbaikan di beberapa titik jalan.

Saat ini tim masih melakukan pekerjaan di kawasan Bundaran Favo dengan melakukan pengecoran jalan. 

Selanjutnya perbaikan juga direncanakan di ruas Jalan H Imran, Jalan Juanda, serta Jalan DI Panjaitan.

Sebelumnya, perbaikan juga telah dilakukan di sejumlah lokasi seperti Jalan Jeruk 1, Jalan Samekto, Jalan Tjilik Riwut, serta Jalan Sukabumi.

Selain menyiapkan personel, pihaknya juga memastikan ketersediaan material perbaikan seperti agregat, pasir, semen, serta bahan pendukung lainnya. Material tersebut ditempatkan di lokasi strategis agar dapat digunakan dengan cepat jika terjadi kerusakan jalan.

Peralatan operasional seperti dump truck, alat pemadat, pompa, serta peralatan pendukung lainnya juga telah disiapkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

Pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan kontraktor atau penyedia jasa yang bergerak di bidang infrastruktur agar tetap menyiagakan personel dan peralatan guna membantu penanganan jika terjadi kerusakan jalan selama arus mudik.

Selain itu, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan Balai Jalan Nasional dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah untuk memantau serta menangani ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi.

"Untuk jalan yang didalam kewenangan PU Provinsi dan Balai Jalan Nasional kami juga terus melakukan koordinasi yang intensif terkait pemantauan dan penanganan ruas-ruas yang menjadi mereka," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)