PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan sejumlah bahan pokok di wilayah setempat dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, Budi Sultika, mengatakan stok komoditas yang menjadi penugasan pemerintah kepada Bulog, seperti beras, gula, dan minyak goreng, tersedia cukup baik dari sisi jumlah maupun stabilitas harga.

“Sembako yang menjadi mandatori ke Bulog untuk kebutuhan Lebaran saat ini kami pastikan aman, baik dari sisi stok maupun harga,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, stok beras medium yang disiapkan sebagai cadangan pangan pemerintah saat ini mencapai sekitar 13.637 ton. Selain itu, pengadaan gabah sepanjang 2026 hingga saat ini telah mencapai sekitar 6.300 ton.

Sementara untuk komoditas lainnya, Bulog Kalteng memiliki stok gula sekitar 281 ton serta minyak goreng hampir satu juta liter.

Dari sisi harga, Budi menyebutkan kondisi di pasaran masih relatif stabil dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga beras medium masih berada di bawah HET Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium berkisar Rp15.400 per kilogram. Untuk minyak goreng merek MinyaKita, harganya berada di kisaran Rp15.700 per liter.

Bulog juga memastikan distribusi bahan pokok ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah berjalan lancar. Hal ini didukung keberadaan delapan gudang Bulog yang tersebar di sejumlah daerah.

“Kami memastikan pasokan barang tersedia di seluruh gudang di Kalimantan Tengah. Ketersediaannya akan terus kami pantau secara berkala,” jelasnya.

Terkait kondisi geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi sektor pangan, Budi menyampaikan pihaknya belum menerima arahan khusus dari pemerintah pusat.

Namun demikian, dengan semangat swasembada pangan serta sinergi berbagai pihak, ia optimistis kondisi ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah tetap terjaga.

“Kami optimistis ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah tetap aman,” katanya.