PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya memberikan edukasi mengenai keamanan digital kepada ratusan mahasiswa di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 mahasiswa tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga privasi, keamanan data, serta aktivitas yang aman di ruang digital.

Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah, mengatakan pemahaman mengenai keamanan digital menjadi hal penting di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital oleh masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

“Dengan pengetahuan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu melindungi perangkat dan akun mereka dari ancaman siber maupun peretasan yang saat ini semakin marak,” ujarnya di Palangka Raya, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi, tetapi juga pada kemampuan individu dalam menjaga perangkat serta melindungi data pribadi dan informasi sensitif.

Menurutnya, berbagai ancaman di dunia digital saat ini cukup beragam, mulai dari peretasan, penipuan daring, malware hingga pencurian identitas.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, menambahkan bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang sangat aktif menggunakan perangkat digital, baik untuk kegiatan akademik maupun aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pemahaman mengenai keamanan siber dinilai penting untuk melindungi data pribadi, hasil penelitian, hingga menjaga reputasi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Meningkatnya kasus kejahatan siber menuntut mahasiswa untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan di dunia digital, seperti email atau situs phishing yang bertujuan mencuri data akun pengguna,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Diskominfo juga memberikan edukasi mengenai literasi digital, di antaranya pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial, menjaga etika saat berkomentar di ruang digital, serta tidak sembarangan membagikan identitas pribadi di internet.

Hendra berharap kegiatan edukasi ini dapat membantu menekan penyebaran hoaks di Kota Palangka Raya serta mendorong mahasiswa menjadi agen literasi digital di lingkungan sekitar.

“Kami ingin mahasiswa menjadi generasi digital yang kritis. Sebelum membagikan informasi, mereka harus memastikan apakah informasi itu benar dan bermanfaat atau tidak,” tutupnya.