BORNEONEWS, Katingan - Para peserta ekspedisi Bukit Bulan, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan ramai-ramai menanam pohon pantung di radius tiga kilometer sebelum bukit yang arealnya masuk Taman Nasional Sebangau.
Para peserta ekspedisi melakukan penanaman pohon itu usai turun dari Bukit Bulan sebelum kembali ke Kasongan, Rabu (21/12).
Penanaman bibit pohon pantung ini difasilitasi pihak WWF (World Wide For Nature) dengan lokasi bekas hutan yang terbakar musim kemarau beberapa tahun lalu.
"Kita prihatin dengan kerusakan hutan akibat terbakar di sekitar Bukit Bulan ini. Makanya begitu mendengar ada penanaman di sini saya langsung ikut menanam," kata Kepala Damkar Katingan Laga Landang.
Hal senada diutarakan Sekretaris BKD Katingan Risnaduar. "Mudah-mudahan dengan adanya penanaman pohon ini hutan di sekitar Bukit Bulan nantinya bisa kembali menghijau," katanya.
Camat Sanaman Mantikei Prancis berharap kedepan pada saat musim kemarau hutan di sekitar Bukit Bulan ini tidak lagi terbakar.
"Harapan kita pemerintah bersama-sama masyarakat juga ikut terlibat dalam pencegahan kebakaran hutan terutama yang ada di sekitar Bukit Bulan ini untuk tahun-tahun akan datang," kata Prancis.
Sekretaris HMI Kalteng Maulana Kawit mengatakan, guna memulihkan kondisi kawasan hutan di sekitar Bukit Bulan perlu penangan serius melibatkan pemerintah pusat, provinsi, pemerintah daerah dan dari masyarakat setempat.
"Penanaman pohon pantung itu sangat sedikit sekali paling tidak lebih dari 500 batang bibit, harapannya kedepan lahan bekas terbakar itu tetap terus ditanami berbagai pohon hutan yang cocok dengan kondisi di sini," katanya.
Kepala Desa Tumbang Bulan Yusran menyambut baik kegiatan tim ekspedisi yang melakukan penanaman pohon kembali di sekitar Bukit Bulan yang gundul itu.
"Di sepanjang aliran Sungai Tumbang Bulan ini dulunya adalah hutan produksi bekas HPH (hak pengusahaan hutan), dan setelah HPH tutup kemudian sebagian arealnya masuk kawasan Taman Nasional Sebangau," katanya.
Menurut Yusran pada kemarau 2015 lalu ribuan hektar di wilayah itu juga hangus terbakar. "Kalau jumlah lahan yang terbakar pada tahun 2015 itu kita tidak tahu persis data pastinya, yang pasti mencapai ribuan hektar," tuturnya. (ABDUL GOFUR/m)








