KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Pemerintah Kabupaten Katingan memprioritaskan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Tumbang Gaei, Kecamatan Katingan Hilir.

Wakil Bupati Katingan Firdaus mengatakan dokumen kependudukan milik warga yang hilang atau rusak akibat kebakaran akan segera diterbitkan kembali melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Data dan dokumen kependudukan yang tidak terselamatkan atau rusak akibat kebakaran akan menjadi prioritas layanan pemerintah daerah melalui Disdukcapil untuk segera diterbitkan kembali,” ujarnya di Kasongan, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan layanan tersebut mencakup pencetakan ulang Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Identitas Anak (KIA) serta dokumen kependudukan lainnya yang terdampak kebakaran.

Namun, proses penerbitan ulang dokumen akan dilakukan setelah data korban kebakaran disampaikan secara resmi kepada Disdukcapil. Untuk itu, pemerintah daerah meminta lurah dan camat segera melaporkan daftar warga terdampak.

Firdaus menegaskan data yang disampaikan harus akurat dan melalui satu pintu agar tidak terjadi tumpang tindih layanan atau penerbitan dokumen ganda.

“Disdukcapil siap menerbitkan kembali dokumen kependudukan bagi korban kebakaran, tetapi data yang disampaikan harus sahih agar proses pelayanan berjalan tertib,” katanya.

Selain memastikan pelayanan administrasi kependudukan, pemerintah daerah juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, seperti sembako dan peralatan dapur. Bantuan uang tunai juga telah disalurkan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

Saat ini Pemkab Katingan juga masih melakukan pendataan lanjutan untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya yang dapat diberikan kepada warga.

Firdaus menjelaskan kebakaran terjadi pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 14.06 WIB di RT 01 Desa Tumbang Gaei. Dugaan sementara, api berasal dari kompor elpiji di salah satu rumah warga yang kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 unit rumah terdampak, dengan rincian delapan rumah mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 38 jiwa terdampak, termasuk dua balita dan tiga lansia. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saat kebakaran terjadi, sebagian warga sedang berada di ladang sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah. Kondisi itu membuat sebagian besar harta benda warga ikut hangus terbakar.