PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Jabatan Fungsional Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Palangka Raya, Sucipto, mengatakan aktivitas masyarakat di dapur yang meningkat saat Ramadan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kebakaran rumah tangga.

“Selama Ramadan aktivitas memasak meningkat, terutama menjelang berbuka puasa dan sahur. Jika tidak disertai kehati-hatian, potensi kebakaran rumah tangga juga ikut meningkat,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran di kawasan permukiman biasanya dipicu oleh kelalaian penggunaan peralatan memasak, kompor gas, hingga instalasi listrik yang tidak terawat.

Ia mengimbau masyarakat memastikan kondisi kompor dalam keadaan baik, selang gas terpasang dengan benar, serta tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan.

Selain itu, warga juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Sebagai langkah antisipasi, Damkar Palangka Raya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan mitigasi kebakaran. Di sisi lain, kesiapsiagaan personel juga ditingkatkan selama bulan Ramadan.

Sucipto juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika melihat adanya potensi kebakaran maupun kejadian kebakaran agar petugas dapat segera melakukan penanganan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dari bahaya kebakaran selama Ramadan,” katanya.

Peningkatan kewaspadaan ini juga menyusul dua peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Palangka Raya pada Selasa (10/3), masing-masing pada sore dan malam hari.

Kejadian pertama terjadi di kawasan permukiman padat di Kelurahan Panarung. Rumah dengan konstruksi kayu terbakar dan berdampak pada sekitar 25 kepala keluarga (KK) dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Peristiwa kedua terjadi di Jalan Dr Murjani, Gang Suka Maju, yang menghanguskan lebih dari 20 unit rumah warga.

“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk memadamkan api,” jelas Sucipto.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan melahap sejumlah bangunan sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api.

Selain itu, sebagian besar bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat merambat ke rumah lain yang berada berdekatan.

Meski demikian, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi membantu petugas dalam proses pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas lebih jauh.