PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harappano Mandouw, menekankan pentingnya penguatan program pelatihan vokasi sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran.

Menurutnya, pelatihan keterampilan teknis merupakan solusi konkret untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat di daerah, terutama bagi mereka yang selama ini belum terserap oleh dunia kerja.

Politisi Partai Demokrat ini menilai bahwa peningkatan keterampilan masyarakat harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Hal ini krusial jika pemerintah ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri, produktif, dan mampu bersaing.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, bekal keterampilan praktis dianggap jauh lebih efektif untuk langsung dimanfaatkan di berbagai sektor usaha maupun industri.

Hero mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena lulusan pendidikan formal yang masih sulit menembus pasar kerja. Ia berpendapat bahwa kondisi tersebut sering kali terjadi karena minimnya keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

"Mengandalkan ijazah saja tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan keahlian relevan yang bisa langsung diterapkan di lapangan," katanya, Rabu 11 Maret 2026

Lebih lanjut, ia mendorong agar penyusunan program pelatihan vokasi tidak dilakukan secara umum atau seragam di setiap wilayah. Sebaliknya, pelatihan harus disesuaikan dengan potensi dan karakteristik unik dari masing-masing daerah.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal tersebut, keterampilan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih relevan dan dapat langsung memutar roda ekonomi di daerah tersebut.

Hero juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya mengejar kuantitas atau jumlah peserta pelatihan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas program dan memastikan adanya keberlanjutan manfaat bagi peserta setelah pelatihan selesai.

Ia berharap pelatihan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kesiapan masyarakat menghadapi dunia kerja.

ia optimis bahwa jika program vokasi dijalankan secara optimal dan berkelanjutan, masyarakat akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Dengan bekal keahlian yang mumpuni, peluang untuk mencapai kemandirian ekonomi akan semakin terbuka lebar.

"Kalau pelatihan berjalan dengan baik, masyarakat akan memiliki bekal yang cukup untuk mandiri secara ekonomi," pungkasnya. (PATHUR/Y)