PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya.

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pendataan usaha yang dijadwalkan akan berlangsung serentak pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026 mendatang.

Inisiatif kerja sama ini disambut baik oleh Plt. Kepala DPMPTSP Kota Palangka Raya, Vallery Budianto. Ia memberikan respons positif terhadap rencana pendataan tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penyediaan data serta akses yang diperlukan.

Sinergi antarinstansi ini dinilai sangat penting agar cakupan sensus nantinya dapat menjangkau seluruh sektor usaha, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar di wilayah Kota Cantik.

Vallery mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dipandang sebagai langkah yang sangat strategis. Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus ini tidak hanya sekadar angka, melainkan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dengan data yang akurat, pemerintah kota dapat memetakan potensi investasi serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi para pelaku usaha di Palangka Raya," Rabu, 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, Vallery menjelaskan bahwa hasil SE2026 nantinya akan menjadi indikator utama untuk mengukur sejauh mana perkembangan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui pendataan ini, pemerintah dapat melihat struktur ekonomi daerah secara komprehensif, mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang sedang berkembang, serta mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan ekonomi yang telah berjalan di Tanah Air.

BPS Kota Palangka Raya sendiri menekankan bahwa dukungan dari DPMPTSP akan memudahkan petugas lapangan dalam melakukan validasi terhadap entitas bisnis yang terdaftar.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur dan objektif kepada petugas. Keakuratan data sangat krusial karena akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan nasional untuk sepuluh tahun ke depan.

Koordinasi intensif ini diharapkan dapat mengeliminasi kendala teknis saat pelaksanaan di lapangan nanti. Vallery Budianto menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini agar partisipasi pelaku usaha di Palangka Raya berjalan maksimal.

"Dengan data ekonomi yang mutakhir dan terintegrasi, Kota Palangka Raya diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonominya di kancah regional maupun global," pungkasnya. (PATHUR/H)