BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat koordinasi dengan DPMPTSP Kota Palangka Raya guna mematangkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap proposal proyek investasi yang disusun benar-benar matang dan memiliki daya tarik tinggi bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah Bumi Tambun Bungai.
Kedatangan Kepala Bidang Pengembangan Promosi dan Informasi Penanaman Modal (PPIPM) DPMPTSP Provinsi Kalteng, Sri Wulandari, disambut langsung oleh Plt. Kepala DPMPTSP Kota Palangka Raya, Vallery Budianto.
Pertemuan strategis ini difokuskan pada sinkronisasi data dan potensi daerah yang akan dituangkan dalam dokumen proposal investasi. Koordinasi ini dianggap vital agar proyek yang ditawarkan nantinya tidak mengalami kendala teknis maupun administratif di kemudian hari.
Dalam kesempatan tersebut, Vallery Budianto menyatakan kesiapan penuh dan keterdukungan jajarannya terhadap penyusunan dokumen IPRO ini. Ia menilai bahwa dokumen tersebut merupakan instrumen krusial karena memuat studi kelayakan (pra-FS), analisis pasar, hingga proyeksi keuangan yang mendalam.
Dengan adanya proposal yang bersifat ready to offer, calon investor akan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesiapan infrastruktur dan legalitas proyek di Palangka Raya," ungkap Vallery, Rabu, 11 Maret 2026.
Vallery menekankan bahwa dokumen IPRO yang berkualitas diharapkan dapat menjadi mesin penggerak dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, dengan adanya kepastian data dalam proposal tersebut, proses pengambilan keputusan bagi investor akan menjadi lebih cepat dan terukur.
Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan realisasi investasi yang bermuara pada penguatan struktur ekonomi di ibu kota provinsi.
Lebih lanjut, koordinasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proyek yang ditawarkan dalam IPRO tepat sasaran dan sejalan dengan rencana tata ruang wilayah.
Sri Wulandari menjelaskan bahwa dokumen ini disusun agar investor tidak lagi merasa ragu terkait kesiapan lahan maupun dukungan regulasi lokal. Dengan keterbukaan informasi dan kesiapan dokumen yang lengkap, citra Palangka Raya sebagai daerah ramah investasi akan semakin kuat di mata nasional maupun internasional.
Sebagai penutup, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dalam menyempurnakan daftar proyek investasi unggulan.
Vallery berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kota ini dapat melahirkan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.
"Dengan dokumen IPRO yang solid, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kota Palangka Raya dapat melaju lebih pesat melalui masuknya modal-modal baru yang produktif," pungkasnya. (PATHUR/H)









