SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 1015/Sampit di 3 Desa Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi ditutup setelah berlangsung selama satu bulan penuh. 

"TMMD ke-127 oleh Kodim 1015/Sampit karena dikerjakan di bulan puasa biasanya kalau bulan puasa itu fisiknya berkurang tetapi hasilnya memuaskan dan 100 persen terselesaikan baik fisik maupun non fisik," kata Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Sugiyono saat menutup TMMD di Desa Tribuana, Rabu, 11 Maret 2026.

TMMD ke-127 Kodim 1015/Sampit tahun 2026 dilaksanakan di tiga desa wilayah utara Kotim, yakni Desa Bukit Indah, Desa Tribuana, dan Desa Batu Agung di Kecamatan Telaga Antang. Program ini berlangsung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026.

Selama pelaksanaan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat terlihat kuat. Tingginya keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan menjadi bukti bahwa program tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat.

"Saya mewakili Pangdam Tambun Bungai berterima kasih kepada Satgas TMMD, kepada seluruh anggotanya dari TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat semuanya bersinergi melaksanakan program dari TNI," ujarnya.

Selain pembangunan fisik seperti jalan, fasilitas umum, dan sarana lainnya, TMMD juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Adapun program TMMD di Kotim tahun ini didukung anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim sebesar Rp2 miliar, serta dana dari DIPA Satker daerah bidang Bakti TNI Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp486.500.000.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah pembangunan fisik berhasil direalisasikan. Di antaranya penimbunan jalan di Desa Batu Agung sepanjang 230 meter, penimbunan jalan Desa Bukit Indah sepanjang 240 meter, pembangunan jalan tambahan sepanjang 300 meter, serta peningkatan jalan sepanjang 1.734 meter.

Selain itu, juga dibangun siring jalan sepanjang 325 meter di sisi kiri dan kanan, pembuatan siring box, serta rehabilitasi jembatan kayu kelas I di Desa Bukit Indah dan Desa Tribuana.

Program tambahan dalam TMMD juga mencakup pembangunan lima unit sumur bor, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), rehab satu unit MCK, pembangunan empat unit MCK baru, pembuatan tempat wudhu mushola, serta rehabilitasi MCK gereja.

Di sektor ketahanan pangan, kegiatan meliputi pembangunan dua kolam ikan, penebaran 1.000 bibit ikan, serta penanaman 100 bibit sayur dan buah. 

Selain itu juga dilakukan normalisasi sungai, program penurunan angka stunting dengan penyaluran 100 paket bantuan, serta kegiatan penghijauan dengan penanaman 100 bibit pohon keras. Kegiatan lainnya meliputi pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah desa sasaran.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan antara lain wawasan kebangsaan, bela negara, sosialisasi rekrutmen TNI AD, bahaya narkoba, bahaya judi online, hingga edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penggunaan media sosial secara bijak.

Program sosial juga menjadi bagian penting dalam TMMD kali ini, seperti pembagian sembako, pelayanan pengobatan gratis, sunatan massal, pelatihan UMKM, kegiatan imunisasi dan posyandu, hingga pemasangan alat kontrasepsi bagi masyarakat.

"Harapan saya apa yang sudah dikerjakan oleh Satgas TMMD harus dipelihara. Ini sangat bagus dan mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat. Saya yakin begitu banyak yang dikerjakan oleh TNI bersama jajarannya akan memberikan manfaatbagi masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)