BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan di wilayah tersebut berjalan secara optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dalam kunjungannya, I Putu Murdiana didampingi langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Dawa’i. Agenda utama dari pemantauan ini adalah meninjau sarana pembinaan serta fasilitas kerja guna memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas hidup para warga binaan.
Pengecekan juga dilakukan pada ruang kerja pegawai untuk memastikan lingkungan kerja tetap tertata rapi demi mendukung kinerja pelayanan publik yang maksimal.
Salah satu fokus utama monitoring kali ini adalah program unggulan di bidang kemandirian, khususnya sektor pertanian dan perikanan. Kakanwil meninjau langsung area kolam ikan dan lahan pertanian yang dikelola oleh warga binaan.
"Program ini dirancang bukan hanya sebagai aktivitas harian, melainkan sebagai sarana pelatihan keterampilan (skill) yang diharapkan mampu menjadi modal pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan setelah bebas nanti," ungkap Kakanwil, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain sektor pangan, rombongan juga meninjau berbagai kegiatan keterampilan kreatif lainnya. Warga binaan di Lapas Pangkalan Bun terpantau aktif dalam pembinaan tata boga, pembuatan sandal, sablon totebag, hingga jasa menjahit.
Keberagaman program ini menunjukkan komitmen Lapas dalam menggali potensi minat dan bakat warga binaan agar mereka memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di luar sana.
I Putu Murdiana memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian program-program tersebut. Menurutnya, pembinaan yang ideal tidak hanya terpaku pada aspek keamanan saja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa program kemandirian yang produktif dan bernilai ekonomi sangat penting untuk memberikan rasa percaya diri dan bekal nyata bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.
Menutup kunjungannya, Kakanwil berharap agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan.
"Melalui evaluasi berkala seperti ini, pihak wilayah dapat melihat langsung capaian maupun kendala yang ada di lapangan, sehingga proses pemasyarakatan dapat berjalan semakin efektif dan memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh warga binaan," pungkasnya. (PATHUR/H)









