PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengambil langkah strategis dengan menginisiasi pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertambangan.

Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah di Bumi Tambun Bungai, sekaligus menjadi mesin baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sutik memaparkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki kekayaan mineral dan sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi yang sangat besar.

Namun, ia menyayangkan potensi raksasa tersebut belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan daerah. Pasalnya, sejauh ini sebagian besar pengelolaan teknis dan manajerial masih didominasi oleh pihak swasta dari luar daerah, sehingga kontribusinya bagi kas daerah belum maksimal.

Menurut Sutik, kehadiran BUMD akan menjadi instrumen bagi pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sektor strategis tersebut.

"Dengan adanya badan usaha milik sendiri, daerah tidak lagi hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan berperan aktif dalam skema kerja sama yang mampu meningkatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki," katanya, Rabu, 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, legislator ini menyoroti ketimpangan manfaat yang diterima daerah selama ini. Ia mencatat bahwa daerah sering kali hanya memperoleh manfaat terbatas dari aktivitas pertambangan, sementara dampak lingkungan dan sosial justru dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

BUMD diharapkan hadir sebagai sarana pemerintah daerah untuk mengambil peran lebih besar dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi.

Sutik juga memberikan catatan penting bahwa operasional BUMD nantinya harus dijalankan secara profesional dengan sistem pengawasan yang ketat.

Hal ini diperlukan agar perusahaan daerah tersebut dapat tumbuh secara sehat dan efisien, serta benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bukan justru menjadi beban bagi anggaran pemerintah.

Sebagai langkah awal, ia berharap pemerintah daerah segera melakukan kajian komprehensif yang mencakup aspek regulasi, potensi usaha, hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Kami optimis, jika dikelola dengan manajemen yang baik dan pengawasan kuat, BUMD sektor pertambangan akan menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat bagi masa depan Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/Y)