BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sri Lestari, meminta perhatian serius pemerintah daerah terhadap kondisi jalan menuju Dusun Sebukat, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, yang dinilai sangat memprihatinkan.
Menurut Sri Lestari, jalan penghubung menuju dusun tersebut sudah lama diusulkan untuk ditingkatkan kualitas infrastrukturnya. Namun hingga kini, usulan yang disampaikan hampir 10 tahun lalu itu belum juga terealisasi.
“Kami harapkan keseriusan pemerintah daerah Kobar dalam meningkatkan prioritas pembangunan infrastruktur jalan, khususnya infrastruktur penghubung antar desa,” ujar Sri Lestari, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat ruas jalan di Kecamatan Pangkalan Banteng yang belum mendapatkan perbaikan memadai, termasuk jalan menuju Dusun Sebukat yang merupakan bagian dari Desa Pangkalan Banteng.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Desa Pangkalan Banteng dikenal sebagai desa tertua di kecamatan tersebut, namun pembangunan infrastrukturnya dinilai masih lambat.
“Desa Pangkalan Banteng Dusun Sebukat ini merupakan desa tertua, tetapi pembangunan infrastrukturnya masih lambat,” katanya.
Sri Lestari menuturkan, kondisi jalan di wilayah tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Saat musim kemarau, jalan menjadi sangat berdebu, sementara saat musim hujan berubah menjadi becek dan licin.
Kondisi itu dinilai membahayakan para pengguna jalan yang melintas setiap hari, baik warga maupun kendaraan yang membawa hasil usaha masyarakat.
“Jika musim panas berdebu dan jika musim hujan becek licin. Kondisi demikian sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Untuk itu perbaikannya sangat mendesak,” jelasnya.
Ia menegaskan, infrastruktur merupakan pondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di suatu daerah.
Menurutnya, jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
“Infrastruktur ini pondasi vital bagi pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, yang berfungsi sebagai roda penggerak utama dalam meningkatkan daya saing,” ujar Sri Lestari.
Selain itu, lanjut dia, kondisi infrastruktur jalan yang baik juga akan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menambahkan, infrastruktur jalan juga merupakan urat nadi perekonomian masyarakat desa.
“Jika kondisi jalan memprihatinkan, bagaimana desa dan masyarakatnya bisa berkembang,” katanya.
Sri Lestari juga mengaku memahami adanya keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi yang sedang dilakukan pemerintah.
Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat menentukan skala prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kami memahami saat ini ada keterbatasan anggaran akibat efisiensi, tetapi pemerintah daerah bisa memilih mana yang harus diprioritaskan,” ujarnya.
Ia menilai pemerataan pembangunan menjadi hal penting agar seluruh wilayah di Kotawaringin Barat dapat berkembang secara seimbang.
“Usulan jalan tersebut hampir 10 tahun, tetapi belum juga ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” tandasnya. (DANANG/H)









