BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya mengutamakan layanan kependudukan bagi para korban kebakaran dalam dua kejadian pada Selasa (10/3) sore dan malam hari di daerah setempat.
"Data dan dokumen kependudukan yang tak terselamatkan atau rusak akibat kebakaran kemarin akan jadi prioritas layanan pemerintah kota. Disdukcapil akan segera menerbitkan kembali," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Rabu 11 Maret 2026.
Di antara layanan data kependudukan bagi para korban kebakaran itu, seperti pencetakan ulang akta kelahiran, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, serta kartu identitas anak (KIA).
Pencetakan ulang data kependudukan itu dapat dilakukan jika data para korban kebakaran telah disampaikan ke Disdukcapil.
Untuk itu ia memerintahkan lurah dan camat segera melaporkan nama-nama korban kebakaran ke Disdukcapil.
"Disdukcapil pun siap menerbitkan data kependudukan yang baru bagi korban kebakaran. Namun data yang disampaikan harus sahih dan satu pintu agar nantinya tidak terjadi tumpang tindih layanan atau pun penerbitan data," kata Wali Kota Palangka Raya yang menjabat periode kedua ini.
Ia menjelaskan data kependudukan salah satu syarat dasar yang diperlukan masyarakat untuk berurusan dengan pemerintah terkait dengan pemberian pelayanan.
Dia meminta masyarakat di wilayah dengan sebutan "Kota Cantik" itu, terutama di kawasan padat penduduk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi potensi kebakaran.
Jabatan Fungsional Analis Kebakaran Ahli Muda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Sucipto menerangkan pada kejadian pertama api membakar rumah di kawasan permukiman padat penduduk Kelurahan Panarung.
Kebakaran rumah dengan konstruksi dari kayu tersebut berdampak kepada sekitar 25 kepala keluarga (KK) dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kejadian kedua, berupa kebakaran di Jalan Dr Murjani, Gang Suka Maju Kota Palangka Raya yang menghanguskan lebih dari 20 rumah.
"Kami menerima laporan dari masyarakat, langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk segera memadamkan api," kata dia.
Saat petugas tiba di lokasi kejadian, api telah membumbung tinggi melahap puluhan rumah sehingga memaksa petugas pemadam bekerja ekstra.
Selain itu, konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu membuat api dengan mudah merembet ke bangunan lain yang berdekatan.
"Berkat sumber air di sekitar lokasi kejadian yang cukup berlimpah, kami berupaya agar kebakaran ini tidak semakin meluas," katanya.
ANTARA









