BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah melemah dalam beberapa sesi terakhir, harga minyak sawit Malaysia kembali bergerak menguat, Kamis (22/12), yang ditopang oleh estimasi penurunan produksi tahun ini.

Namun sejumlah pelaku pasar meyakini pasar kembali akan tertekan seiring dengan volume produksi minyak sawit yang akan kembali pulih pada tahun depan.

Harga futures minyak sawit untuk kontrak Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,3 persen menjadi 3.122 ringgit ($697,81) per ton pada sesi pertama Kamis, dengan volume perdagangan tercatat sebesar 10.196 lot.

"Pasar sepi karena banyak pelaku pasar yang sudah mengambil posisi libur Natal dan akhir tahun," kata seorang pelaku pasar di Kuala-Lumpur, seperti dilansir Reuters. Untuk diketahui, pasar komoditas Malaysia akan tutup Senin pekan depan (26/12) untuk merayakan Natal.

Pada awal pekan ini, Pusat Penelitian Kelapa Sawit Indonesia memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia pada 2016 akan turun 2,26 persen dari raihan tahun lalu akibat cuaca sebagai imbas fenomena El Nino. Kondisi tak jauh berbeda juga akan dialami Malaysia sebagai penghasil sawit terbesar kedua dunia di bawah Indonesia.

Produksi minyak sawit diperkirakan pulih pada tahun depan di kedua negara ini, dan kondisi ini diprediksi akan menekan harga.  (NEDELYA RAMADHANI/m)