BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain sepinya transaksi pada akhir pekan ini menjelang libur Natal, beberapa faktor eksternal akan mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit yang belakangan mengalami tekanan.

Para pelaku pasar, kata analis yang dikutip Reuters, masih akan memfaktorkan pergerakan harga minyak sawit pada perdagangan kemarin yang melemah lebih dari 1 persen sebagai sentimen negatif dari melemahnya harga minyak nabati di pasar komoditas India (National Commodity & Derivatives Exchange Ltd), Dalian Commodity Exchange, China, dan Chicago Board of Trade, AS.

Jatuhnya harga futures minyak kedelai AS ke level terendah baru dalam sebulan menyusul perkiraan hujan di wilayah Argentina, meredam kekhawatiran pasar akan dampak kekeringan terhadap produksi kedelai di kawasan Amerika Selatan itu.

Selain itu, pergerakan harga minyak mentah dunia juga akan mempengaruhi perdagangan di bursa komoditas dunia. Untuk diketahui, harga minyak mentah rebound dan ditutup menguat, Kamis (22/12), setelah sehari sebelumnya melemah menyusul laporan adanya kenaikan cadangan minyak AS.

Pelaku pasar dan analis mengatakan data PDB AS dan menurunnya pasokan gas alam telah memberikan sentimen positif ke pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Februari naik 46 sen, atau 0,9%, menjadi $52,95 per barrel. Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak Februari di ICE Futures exchange, London, naik 59 sen, atau 1,1%, menjadi $55,05 per barrel. (NEDELYA RAMADHANI/m)