PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memprioritaskan layanan administrasi kependudukan bagi warga yang menjadi korban kebakaran dalam dua peristiwa yang terjadi pada Selasa sore dan malam, 10 Maret 2026.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan berbagai dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat kebakaran akan segera diterbitkan kembali oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Data dan dokumen kependudukan yang tidak terselamatkan akibat kebakaran akan menjadi prioritas layanan pemerintah kota. Disdukcapil akan segera menerbitkan kembali dokumen tersebut,” ujar Fairid di Palangka Raya, Kamis, 12 Maret 2026.

Layanan yang disiapkan antara lain pencetakan ulang akta kelahiran, kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), serta kartu identitas anak (KIA).

Ia menjelaskan, proses penerbitan ulang dokumen tersebut dapat dilakukan setelah data korban kebakaran disampaikan secara resmi ke Disdukcapil.

Untuk mempercepat proses, Fairid juga meminta para lurah dan camat segera melaporkan daftar nama warga terdampak agar pelayanan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Disdukcapil siap menerbitkan dokumen baru bagi para korban. Namun data yang disampaikan harus valid dan melalui satu pintu agar tidak terjadi tumpang tindih pelayanan,” katanya.

Menurutnya, dokumen kependudukan merupakan syarat penting bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah, sehingga penerbitannya harus segera dilakukan bagi warga yang terdampak musibah.

Di sisi lain, pemerintah kota juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan permukiman padat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Sementara itu, Analis Kebakaran Ahli Muda Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan kebakaran pertama terjadi di kawasan permukiman padat Kelurahan Panarung.

Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah rumah berbahan kayu dan berdampak pada sekitar 25 kepala keluarga, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Kejadian kedua terjadi di Jalan Dr Murjani, Gang Suka Maju, yang menghanguskan lebih dari 20 rumah warga.

“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Sucipto.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan dengan cepat merambat ke bangunan lain karena sebagian besar rumah berbahan kayu dan berdempetan.

Namun petugas pemadam kebakaran berupaya mencegah api meluas dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

“Berkat ketersediaan sumber air yang cukup, kami berusaha agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.