SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk memutus aliran listrik di rumah sebelum meninggalkan tempat tinggal saat mudik Lebaran.

Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik mengatakan langkah tersebut penting untuk mencegah potensi kebakaran yang kerap dipicu korsleting listrik ketika rumah dalam keadaan kosong.

“Banyak kasus kebakaran terjadi karena korsleting listrik yang tetap menyala saat rumah ditinggalkan pemiliknya,” ujar Taufik di Sampit, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan perangkat elektronik, lampu, maupun stop kontak yang dibiarkan terhubung dengan listrik dalam waktu lama dapat menimbulkan panas berlebih pada kabel.

Kondisi tersebut berpotensi memicu percikan api, terutama jika rumah ditinggalkan tanpa pengawasan selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

“Ketika rumah ditinggalkan satu hingga dua minggu sementara lampu atau stop kontak masih aktif, panas pada kabel bisa memicu kebakaran,” jelasnya.

Taufik mencontohkan kejadian kebakaran yang pernah terjadi di kawasan Pasar Keramat Sampit pada Februari lalu. Sebuah rumah dilaporkan hangus setelah aliran listrik tetap aktif selama sekitar satu bulan saat rumah tidak dihuni.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum meninggalkan rumah untuk waktu lama.

Selain memberikan imbauan, Disdamkarmat Kotim juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan sejumlah posko pemadam kebakaran di beberapa wilayah.

Posko tersebut berada di sektor Baamang-Ketapang di Jalan Bengkirai, serta di kecamatan Kota Besi, Parenggean, Cempaga Hulu, Telawang, dan Mentaya Hilir Selatan.

Khusus sektor Baamang-Ketapang, pihaknya menyiagakan tiga peleton yang masing-masing terdiri dari hingga 29 personel penyelamat.

Secara keseluruhan, Disdamkarmat Kotim juga menyiapkan sekitar 10 unit armada pemadam kebakaran untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama periode siaga Lebaran.

“Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan siap siaga 24 jam untuk melayani penanganan kebakaran maupun kegiatan penyelamatan lainnya,” demikian Taufik.