BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelanggan penggiling daging di Pasar Kahayan, Palangka Raya malah menurun menjelang Natal dan tahun baru 2017, seperti tak ada aktivitas gegap-gempita menyongsong hari-hari besar. Kondisi ini bisa jadi karena harga daging ayam sedang tinggi-tingginya. Sementara kebanyakan pelanggan yang datang menggiling daging menggunakan daging ayam ras.

"Dekat-dekat Natal ini malah sepi pelanggan yang menggiling daging. Seharian ini cuma ada 30 kilogram daging yang digiling, dari 4 pelanggan," ungkap Fadly, penggiling daging di Pasar Kahayan, Jumat (23/12/2016).

Fadly memperkirakan, mahalnya harga daging ayam, ikut mempengaruhi animo masyarakat menggiling daging. "Harga ayam lagi tinggi sekali. Kan biasanya orang yang datang menggiling untuk pentol itu pake daging ayam. Kalaupun daging sapi biasanya hanya sedikit, sekadar campuran dengan daging ayam. Karena kan harga daging sapi sudah tinggi duluan," tambahnya.

Fadly menyebutkan bahwa hari-hari biasanya bahkan lebih banyak pelanggan yang datang untuk menggiling sementara mendekati Natal ini, sangat sedikit. "Tahun lalu kan harga ayam tidak tinggi sekali makanya banyak yang giling, buat pentol katanya. Sekarang yang giling hari-hari ini cuma pedagang bakso keliling," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/N).