PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, hadir sebagai pemateri utama dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya pada tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi sivitas akademika untuk mendalami peran strategis generasi muda Hindu dalam pembangunan nasional.

Mengusung tema strategi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Hindu, Arton memaparkan visi besar dalam mempersiapkan pemuda daerah menyongsong kedaulatan bangsa di era Indonesia Emas 2045.

Dalam paparannya, Arton menekankan bahwa tantangan di masa depan tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penguatan karakter dan integritas.

Politisi asal PDIP Kalteng ini menegaskan bahwa mahasiswa IAHN Tampung Penyang harus memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kearifan lokal.

"Menurut saya kualitas SDM yang unggul adalah kunci utama agar umat Hindu di Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor aktif dalam roda transformasi ekonomi dan sosial di masa mendatang," Kamis, 12 Maret 2026.

Arton juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem belajar yang adaptif. Ia mendorong IAHN Tampung Penyang untuk terus melakukan inovasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

Strategi ini dianggap vital untuk memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan sehingga mampu menjawab tantangan lapangan kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.

Lebih lanjut Arton mengajak para mahasiswa untuk menanamkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas sejak dini. Ia berpendapat bahwa kemandirian ekonomi umat dapat dicapai jika generasi mudanya mampu menciptakan peluang baru melalui pemberdayaan potensi daerah.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi secara bijak, mahasiswa diharapkan mampu mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama sekaligus kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

Menutup kuliah umum tersebut, Arton mengingatkan bahwa target Indonesia Emas 2045 hanya tinggal dua dekade lagi. Waktu yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk peningkatan literasi digital dan kemampuan kepemimpinan.

"Saya berharap kampus IAHN Tampung Penyang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus spiritualitas yang kokoh guna membawa perubahan positif bagi masyarakat luas," pungkasnya. (PATHUR/j)