PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat literasi masyarakat melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sebagai bagian dari rangkaian program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali, merawat, serta menjaga Rupiah dengan baik.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa sepanjang Ramadan 2026 edukasi CBP dilaksanakan secara masif melalui berbagai kegiatan sinergi dan kolaborasi yang menjangkau lebih dari 4.000 peserta di seluruh Kalimantan Tengah.

Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari 49 pelaku UMKM, mahasiswa melalui program BI Mengajar Tabela, hingga siswa yang terlibat dalam kegiatan Pawai Tahrib Ramadan. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada siswa-siswi SMAN se-Kota Palangka Raya melalui program Betang Juara Pojok Rupiah.

"Program literasi Rupiah juga menjangkau kalangan pelajar melalui kegiatan Goes to School bersama PT Bank Kalteng yang diikuti 542 siswa. Sementara itu, edukasi kepada akademisi dilakukan melalui Training of Trainers (TOT) SIAPIK yang diikuti 28 anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) serta 22 dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Palangka Raya," katanya, Kamis, 12 Maret 2026.

Selain kegiatan pendidikan, sosialisasi CBP juga menjangkau masyarakat luas. Sekitar 1.000 masyarakat mengikuti kegiatan SERAMBI dan Gerakan Pangan Murah, 1.000 masyarakat lainnya di Pasar Ramadan Datah Manuah, 300 peserta dalam layanan kas keliling dalam kota, serta 38 siswa Shining Kids School melalui kunjungan literasi langsung ke kantor BI.

"Dalam pilar Cinta Rupiah, masyarakat dibekali kemampuan mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan prinsip 5J dalam merawat uang, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi agar uang tetap layak edar," jelasnya.

Pihaknya dari Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat yang ingin menukar uang pecahan kecil (UPK) agar hanya menggunakan website resmi PINTAR di alamat pintar.bi.go.id. Penukaran melalui jalur tidak resmi dinilai berisiko karena dapat menyebabkan masyarakat menerima uang palsu, jumlah lembar yang tidak sesuai, hingga dikenakan biaya tambahan yang merugikan.

Sementara dalam pilar Bangga Rupiah, ia mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga menggunakan Rupiah dalam setiap aktivitas ekonomi.

"Momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat menjadi kesempatan untuk menegaskan pentingnya menggunakan Rupiah saat berbelanja di pasar rakyat, pusat perbelanjaan, maupun UMKM sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas dan kedaulatan bangsa," jelasnya. (MARINI/j)